Minggu, 30 Juni 2013

Benih.padi,jagung, dan klonal.


produksi benih padi.

Persyaratan Lahan
• Lahan hendaknya merupakan bekas tanaman lain atau lahan
yang diberakan.
• Lahan dapat bekas tanaman padi tetapi varietas yang
ditanam sama, jika lahan bekas varietas lain hendaknya
yang mudah dibedakan dengan varietas yang akan ditanam.
• Ketinggian lahan disesuaikan dengan adaptasi tanaman.
• Lahan relatif subur, pH 5,4 – 6,0 dan memiliki lapisan keras
sedalam 30 cm agar sawah tidak lekas kering.

Persemaian
• Ukuran petak persemaian umumnya 5% dari luas lahan
penanaman, dengan ukuran lebar 1,2 – 1,5 m, ketinggian
15 – 20 cm, dan jarak antar petak persemaian 30 cm.
• Pemupukan petak semai yakni 20 g Urea + 10 g TSP + 6 g
KCl per m2.
• Benih sebelum disemai direndam selama 24 jam dan
diperam dalam media yang lembab selama 24 jam.
• Setelah diperam benih disebar merata di petak
persemaian, kira-kira 70 g pe meter, selanjutnya
permukaan lahan ditutup dengan jerami.
• Kondisi petak persemaian dipertahankan dalam kondisi
macak-macak.

Penyiapan Lahan Penanaman
• Tanaman padi lazimnya dibuahi sendiri, penyerbukan silang
dapat terjadi pada kisaran 0,1 – 4,0%. Untuk produksi benih
isolasi jarak minimal 3 m atau isolasi waktu 30 hari.
• Tanaman padi menghendaki tanah sawah yang berstruktur
lumpur dengan kedalaman 15 – 30 cm, yang dapat diperoleh
dengan cara :
a. Perendaman I selama 3-4 hari diikuti pembajakan ke-1
b. Perendaman II selama 2-3 hari diikuti pembajakan ke-2
c. Perendaman III selama 2-3 hari diikuti penggaruan ke-1
d. Perendaman IV selama 2-3 hari diikuti penggaruan ke-2
sambil meratakan permukaan lahan

Penanaman
• Jarak tanam dibuat 22 cm x 22 cm penanaman pada
musim kemarau atau 30 cm x 15 cm penanaman pada
musim hujan,
• Bibit padi siap pindah tanam pada umur 21 – 25 hari, dipilih
bibit yang sehat dan vigor.
• Penanaman sebanyak 2-3 bibit per rumpun dengan
kedalaman tanam 2-3 cm.
• Bibit yang tersisa dapat digunakan untuk penyulaman,
biasanya dilakukan pada umur 7 – 10 HST.

Pemupukan
• Pupuk yang digunakan adalah Urea 300 kg/ha, TSP 200
kg/ha dan KCl 100 kg/ha.
• Sepertiga bagian Urea + TSP + KCl diberikan saat tanam.
• Pemupukan susulan I diberikan 3-4 MST dengan 1/3
bagian Urea dan pemupukan susulan II diberikan 7 MST
dengan 1/3 bagian Urea.
• Pada saat pemupukan, kondisi tanah dibuat macak-macak
dan dibiarkan selama 3 hari.

Pemeliharaan
• Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur 21 dan 45
HST. Bila dibutuhkan penyiangan dilakukan lagi ada umur 50-60
HST.
Penyiangan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan
pemupukan susulan untuk efisiensi waktu dan efektivitas
pemupukan.
• Pengairan
Pada awal fase pertumbuhan, pengairan sedikit demi sedikit
hingga air mencapai 7-10 cm.
Pada fase pembentukan anakan genangan air dipertahankan 3-
5 cm.

Roguing
• Biasanya dilakukan sebelum tanaman diperiksa oleh
petugas BPSB.
• Minimal dilakukan 3 kali, yaitu pada fase vegetatif, fase
berbunga, dan pada saat menjelang panen atau ± 80%
malai sudah menguning.
• Roguing I
Dilakukan pada fase vegetatif (30 HST).
• Roguing II
Dilakukan pada fase berbunga (50 HST)
• Roguing III
Dilakukan pada saat menjelang panen (100 HST).

Pemanenan
• Dilakukan setelah pemeriksaan lapangan terakhir dan telah
dinyatakan lulus oleh BPSB.
• Waktu panen ketika umur berbunga telah mencapai
maksimal, yang ditandai oleh :
- sebagian besar (80-90%) malai telah menguning,
- kadar air benih sekitar 17-23%,
- gabah sudah menguning dan keras bila dipijat,
- buku-buku bagian atas berwarna kuning,
- batang mulai mengering.

• Cara panen, dapat dilakukan dengan
menggunakan sabit, ani-ani atau mesin
pemanenan (combine harvester).
• Jika pemanenan menggunakan mesin, kadar air
benih sebaiknya lebih rendah yaitu 15-20%.
• Malai hijau tidak ikut dipanen karena akan
meningkatkan nilai bulir hijau.

Penanganan Pascapanen
1. Perontokan
- Biasanya dilakukan langsung di sawah.
- Perontokan dapat dilakukan dengan cara :
> malai padi dipukul-pukulkan pada papan perontok
yang terbuat dari kayu.
> malai dipukul-pukul dengan penggebuk terbuat
dari kayu sambil dibalik-balik.
> perontokan menggunakan alat perontok
(thresher).

2. Pengeringan
- Pengeringan dilakukan segera setelah calon
benih dirontokkan.
- Jika kondisi tidak memungkinkan maka calon
benih harus dihamparkan dan dianginanginkan.
- Pengeringan secara alami (natural drying)
dengan cara menjemur calon benih di lantai
penjemuran.
- Pengeringan dapat pula dilakukan secara
mekanis (artificial drying) dengan alat
pengering (box dryer).

3. Pengolahan
- Calon benih yang telah kering (kadar air 11-
12%), dibersihkan dari kotoran campuran
varietas lain, biji gulma, dan kotoran non biji.
- Pembersihan dapat dilakukan dengan nyiru
atau mesin pembersih (air screen cleaner).
- Selain pembersihan, calon benih dapat dipilah
(upgrading) berdasarkan panjang atau
ketebalan.

Penyimpanan
• Benih yang sudah kering dan bersih dikemas dalam karung
atau kemasan kantung plastik siap salur kemudian
disimpan di rung penyimpanan.
• Ruang penyimpanan benih diusahakan dilengkapi ventilasi
yang baik.
• Benih dala karung dapat ditumpuk dan antara tumpukan
karung diberi jarak, untuk memudahkan pemeriksaan atau
pengontrolan.
• Bagian bawah tumpukan karung diberi alas berupa
potongan kayu (balok).
• Masa penyimpanan benih hendaknya memperhatikan
masa berlakunya label benih.


PRODUKSI BENIH SUMBER
JAGUNG BERSARI BEBAS (KOMPOSIT)

VARIETAS JAGUNG
• Varietas jagung berdasarkan genotipenya digolongkan
menjadi 2 (dua) :
a. Varietas bersari bebas (VBB)
- Dicirikan adanya penyerbukan acak (random mating) antar
tanaman dalam varietas, sehingga merupakan suatu populasi.
- Varietas bersari bebas dibentuk dari beberapa galur murni atau
berbagai plasma nutfah.
- Keseragaman varietas bersari bebas (komposit) hanya dalam
beberapa karakter karena banyak gen belum mencapai fiksasi.
Contoh: Arjuna, Bisma, Lagaligo, Lamuru, Kresna, Gumarang,
Sukmaraga, Srikandi Putih-1, Srikandi Kuning-1, Anoman, dll.

b. Varietas hibrida
- F1 persilangan antara dua tetua, tetua dapat berupa galur murni,
hibrida silang tunggal dan varietas atau populasi bersari bebas.
- Tetua hibrida biasa disebut materi induk (parent stock).
Contoh : Semar-10, Bima-1, Bima-2 Bantimurung, Bima-3
Bantimurung, Bisi 2, NK11, NK55, NK33, C7, P11, dsb.

Dalam memproduksi benih jagung bersari bebas, ada dua aspek penting
yang perlu mendapat perhatian yaitu :
• Standar lapangan:
- Isolasi jarak 300 m atau
isolasi waktu 30 hari
- Campuran varietas lain (CVL)
maksimum 2% untuk benih
dasar dan benih pokok,
sedangkan untuk benih sebar
3%.
• Standar laboratorium:
- Kadar air maksimum 12%,
- Benih murni minimum 98%,
- Kotoran benih maksimum 2%
- CVL maksimum 0% untuk benih
dasar, 0,1% untuk benih pokok, dan
1,0% untuk benih sebar
- Biji tanaman lain 0,5% untuk benih
dasar dan benih pokok, 1,0% untuk
benih sebar
- Daya berkecambah minimum 80%.


PERSYARATAN DALAM PRODUKSI BENIH SUMBER
• Sebelum melakukan penanaman, terlebih dahulu penangkar benih
mengajukan permohonan ke BPSB setempat dengan mengisi
formulir yang telah disediakan.
• Setelah lokasi ditinjau oleh BPSB dan mendapat persetujuan, baru
dilakukan persiapan untuk penanaman.
• Setelah tanam, diinformasikan ulang ke BPSB untuk penyampaian
bahwa penanaman telah dilakukan (tanggal tanam).
• Selama pertumbuhan tanaman, BPSB akan melakukan inspeksi
lapangan untuk menilai kelayakan dan melakukan pencabutan
tanaman yang menyimpang.


• Penanaman untuk memproduksi benih jagung sebaiknya dilakukan
pada saat menjelang akhir musim hujan sehingga diharapkan saat
panen pada musim kemarau (kualitas benih yang akan dihasilkan
lebih berkualitas dan biaya produksi lebih efisien).
• Penempatan lokasi untuk penanaman suatu varietas harus terisolasi
(untuk mencegah terjadinya pembungaan yang bersamaan dan
persilangan).
• Sekitar lokasi penangkaran benih sebaiknya tersedia sumber air
yang cukup dan mudah diakses.
• Fasilitas untuk penanganan pascapanen harus tersedia dan
memenuhi standar minimal (lantai jemur/pengering, pemipil,
pengukur kadar air, alat pengemasan produk, dan gudang
penyimpanan produk benih).

BUDIDAYA UNTUK PRODUKSI BENIH SUMBER
• Teknik produksi benih jagung umumnya hampir sama dengan teknik
produksi jagung secara komersial, walaupun ada beberapa
tambahan kebutuhan yang unik untuk memproduksi benih.
1. Kualitas benih, harus lebih baik daripada kualitas biji.
2. Kesuburan lahan lebih seragam untuk memudahkan seleksi dan
rouging terhadap tipe galur yang menyimpang (offtype).
3. Fasilitas pendukung mudah tersedia saat dibutuhkan, seperti tenaga
kerja untuk pemotongan bunga jantan (detasseling), perawatan,
panen, dan pascapanen.

Penyiapan Lahan & Pengolahan Tanah
• Penyiapan lahan yang baik merupakan salah satu faktor yang dapat memberikan lingkungan tumbuh tanaman dengan baik dan mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.
• Jika memungkinkan lahan sudah disiapkan minimal dua minggu sebelum tanam.
• Penyiapan lahan :Lahan dibersihkan dari sisasisa tanaman sebelumnya terutama jika pertanaman
sebelumnya adalah jagung. Jika gulma dapat menggangggu pengolahan tanah dapat diberikan
herbisida kontak untuk mempercepat pengolahan tanah.

• Pengolahan tanah
Pengolahan tanah dilakukan dengan menggunakan bajak (2 kali) dan diikuti dengan
garu/sisir sampai tanah tidak berbongkah-bongkah dan rata.

Benih
• Jumlah benih yang diperlukan
berkisar antara 15-20 kg/ha tergantung dari ukuran benih.
• Daya kecambah benih harus lebih dari 95% (3 hari saat
pengujian kecambah).
• Sebelum benih ditanam, untuk
menghindari serangan penyakit bulai diberi seed treatment terlebih dahulu
yaitu dengan 2 g metalaksil (produk) per 1 kg benih.

Penanaman
• Buat lubang tanam dengan menggunakan tugal dan
agar per-tanaman lurus gunakan bantuan tali jarak tanam yang sudah diberi tanda setiap 20 cm.
• Jarak tanam antar barisan 75 cm.
• Jarak tanam dalam barisan 20 cm
• Pembuatan lubang tanam jangan terlalu dalam ± 5
cm, setiap lubang tanam diisi dengan 1 biji dan lubang ditutup dengan tanah
 atau 1 genggam pupuk kandang
(± 1,5 -2,0 t/ha).

• Dalam budidaya produksi
benih jagung tidak dianjurkan melakukan penyulaman untuk benih-benih yang
tidak tumbuh dengan penanaman benih baru, hal ini akan menyebabkan bervariasinya
pertumbuhan tanaman dan tongkol tidak terisi penuh.

PRODUKSI BENIH JAGUNG

Penanaman
• Buat lubang tanam dengan menggunakan tugal dan agar per-tanaman lurus gunakan
bantuan tali jarak
tanam yang sudah diberi tanda setiap 20 cm.
• Jarak tanam antar barisan 75 cm.
• Jarak tanam dalam barisan 20 cm
• Pembuatan lubang tanam jangan terlalu dalam ± 5
cm, setiap lubang tanam diisi dengan 1 biji dan lubang
ditutup dengan tanah atau 1 genggam pupuk kandang
(± 1,5 -2,0 t/ha).

. Pada lahan datar, baris tanaman dibuat searah
dengan arah sinar matahari, tetapi pada lahan
miring disesuaikan dengan kontur lereng.

PEMUPUKAN
• Pemupukan diberikan
sebanyak 3 kali dengan perbandingan takaran dan waktu aplikasi
seperti yang disajikan dalam tabel disamping.
• Sebelum pupuk diaplikasikan,
untuk pemberian 7-10 hst pupuk (sesuai takaran) dicampur secara merata dan
buatkan takaran untuk pemberian setiap tanaman sehingga jumlah pupuk yang diberikan
sama untuk setiap tanaman agar pertumbuhan tanaman merata.
Jenis pupuk (kg/ha)
%-tase takaran (hst)
7-10 25-30 40-45
Urea (300-500) 30 40 30
SP-36 (200) 100 - -
KCl (100) 50 50 -
ZA*) (50) 100
- -
*)Diberikan jika memang diperlukan, terutama
pada lahan yang tanahnya kekurangan unsur
belerang.
Takaran pupuk dapat diubah disesuaikan
dengan kondisi ketersediaan hara dalam tanah,
namun persentase jumlah pupuk yang diberikan
untuk setiap waktu aplikasi disesuaikan
seperti pada tabel di atas.

• Untuk penempatan pupuk,
buat lubang dengan tugal di
samping tanaman dengan
jarak ± 5 - 7 cm dari
tanaman. Masukkan pupuk
sesuai takaran yang telah
ditentukan dan tutup
dengan tanah. Demikian
halnya untuk saat
pemberian 25 - 30 hst dan
40 - 45 hst lakukan hal
yang sama.

PENYIANGAN & PEMBUMBUNAN
• Penyiangan pertama yang diikuti dengan
pembumbunan dilakukan saat tanaman berumur
15-20 hari setelah tanam (hst).
• Penyiangan kedua dilakukan sesuai dengan
kondisi pertumbuhan gulma di lapangan. Pada
umumnya diberikan pada saat tanaman menjelang
berbunga.


PENGENDALIAN HAMA
• Untuk mencegah serangan lalat bibit, ke setiap lubang
tanam dimasukkan insektisida carbofuran dengan
takaran 10 kg/ha atau 3-4 butir/lubang.
• Jika ada gejala serangan penggerek batang dapat
diberikan insektisida Carbofuran melalui pucuk dengan
takaran 10 kg/ha carbofuran (3 - 4 butir carbofuran
ditaburkan ke pucuk tanaman).
• Tanaman yang mengalami serangan berat disemprot
dengan insektisida dengan dosis sesuai anjuran.

• Masa kritis tanaman terhadap ketersediaan air adalah di awal
pertumbuhan dan pada saat tanaman menjelang berbunga
sampai fase pengisian biji.
• Linsley dan Fransini (1986) membagi metode pemberian air bagi tanaman
jagung ke dalam lima metode yaitu:
1. model genangan
2. model alur (furrow)
3. model bawah permukaan (sub surface)
4. model pancaran (sprinkler)
5. model tetes (drip)

SELEKSI TIPE SIMPANG (ROGUING)
• Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin mutu genetik dan
fisiologis benih yang dihasilkan.
• Untuk mengeliminasi tanaman yang menyimpang dari
tipe rata-rata dan yang tertular penyakit berdasarkan
hasil pengamatan secara visual, lakukan pencabutan
(roguing).
• Fase-fase pertumbuhan tanaman yang perlu mendapat
perhatian untuk melakukan roguing dapat dilihat pada
Tabel berikut :

PANEN
• Panen dapat dilakukan setelah masak fisiologis
atau kelobot telah mengering berwarna
kecoklatan (biji telahnmengeras dan telah mulai
membentuk lapisan hitam/black layer minimal
50% di setiap barisan biji).
• Biasanya kadar air biji telah mencapai kurang
dari 30%.
Misal : varietas Bisma biasanya pada umur 100-105 hari dan
varietas Lamuru pada umur 95-100 hari.
• Kalau memungkinkan, seminggu sebelum panen, klobot
dibuka sehingga kering di lapangan.
• Pada saat panen, tongkol yang terinfeksi penyakit dipisahkan supaya
tidak menulari tongkol yang sehat.


PENGOLAHAN (PROCESSING)
• Semua tongkol yang telah lolos seleksi pertanaman di
lapangan dipanen, kemudian dijemur diterik matahari sampai
kering (kadar air < 16%) sambil dilakukan seleksi tongkol
(tongkol yang memenuhi kriteria diproses lebih lanjut untuk
dijadikan benih).
• Selanjutnya jagung dipipil dengan mesin pemipil dengan kecepatan sedang
agar biji tidak retak/pecah.
• Setelah biji terpipil, dilakukan sortasi biji dengan
menggunakan saringan/ayakan Ø 7 mm (untuk varietas
Lamuru) atau ukuran ayakan disesuaikan dengan ukuran biji
dari setiap varietas, biji-biji yang tidak lolos saringan/ ayakan
dijadikan sebagai benih.

• Biji-biji yang terpilih sebagai benih dijemur kembali diterik
matahari atau dikeringkan dengan alat pengering (untuk
mempercepat proses pengeringan) sampai kadar air mencapai
10-12%.
• Sebelum benih dikemas dalam kemasan plastik perlu
dilakukan uji daya berkecambah. Benih dikemas secepatnya
ke dalam kantong plastik putih buram (bukan transparan)
dengan ketebalan 0,2 mm dan dipres (usahakan udara dalam
plastik seminimal mungkin).
• Selama proses pascapanen (prosesing), mulai saat panen
sampai pengemasan benih, dianjurkan tidak lebih dari 10
hari.


Klonal


PERBANYAKAN BENIH BUAH-BUAHAN BERMUTU DENGAN SISTEM KLONAL

   Didalam sistem dan usaha agribisnis hortikultura, benih berperan sebagai  “delivery mechanism” yang menyalurkan keunggulan teknologi kepada pengguna.  Untuk menghasilkan produk yang bermutu tinggi dari varietas unggul, yaitu benih yang mampu mengekpresikan sifat-sifat unggul dari varietas yang diwakilinya.  Mengingat pentingnya arti benih dalam kegiatan agribisnis hortikultura, maka diperlukan upaya peningkatan inovasi untuk memperbesar pasokan (ketersediaan) benih, memperbaiki sistem distribusi dan meningkatkan penggunaan benih bermutu, di kalangan petani melalui kegiatan pembinaan, penyuluhan dan promosi.


Peningkatan kualitas buah-buahan melalui penyediaan varietas unggul berawal dari penyediaan benih secara klonal yaitu sumber bahan perbanyakan berasal dari satu pohon induk yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian sebagai varietas unggul.  
Perbanyakan benih dengan sistem klonal ini mengikuti alur : Benih yang ditanam dalam Blok Fondasi (BF) adalah turunan pertama dari Pohon Induk Tunggal (PIT) sedangkan benih yang akan ditanam dalam Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) merupakan turunan pertama dari pertanaman yang ada di BF.  Sedangkan Blok Perbanyakan Benih (BPB) adalah keturunan dari BPMT.
klonal
PERBANYAKAN BENIH SISTEM KLONAL

Mekanisme perbanyakan benih tanaman buah-buahan sistem klonal yang dilaksanakan dengan pola Blok Fondasi, Blok Penggandaan Mata Tempel dan Perbanyakan Benih, adalah sebagai berikut :
1. Pohon Induk Tunggal (PIT)
- Merupakan sumber utama perbanyakan benih buah-buahan;
- PIT adalah tanaman yang telah diketahui keunggulannya dan telah dilepas sebagai benih unggul oleh Menteri Pertanian.
2. Blok Fondasi (BF)
- Merupakan lahan pertanaman benih buah-buahan yang berasal dari Pohon Induk Tunggal (PIT);
- Blok Fondasi dapat terdiri dari lebih satu jenis dan lebih dari satu varietas;
- BF diatur dalam sub blok jenis dan sub-sub blok varietas
- Budidaya tanaman pada BF disesuaikan dengan rekomendasi sehingga pertanaman dalam BF akan dapat menghasilkan mata tempel yang optimal;
- Selain untuk menghasilkan mata tempel tanaman pada BF dapat pula sebagai tanaman produksi;
- Kebenaran varietas yang ditanam dalam BF ditunjukkan atas`dasar label yang dikeluarkan lembaga/instansi yang menangani Pengawasan dan Sertifikasi Benih sesuai dengan kebenaran pohon induknya yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian;
- Mata tempel/sambung yang dihasilkan/dikeluarkan dari BF diberi label berwarna putih, dengan kode sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT)
- Merupakan pertanaman benih buah-buahan yang mata tempel/sambungnya hanya berasal dari pertanaman BF;
- Pertanaman BPMT merupakan keturunan kedua dari PIT;
- BPMT dapat terdiri lebih dari satu jenis yang masing-masing jenis dapat lebih dari satu varietas.  BPMT diatur dalam sub blok jenis dan sub-sub blok varietas;
- Budidaya pada BPMT disesuaikan dengan rekomendasi masing-masing varietas, kecuali jarak tanamnya;
- Jarak tanam bisa dirapatkan, karena pertanaman dalam BPMT hanya berfungsi sebagai penghasil mata tempel/sambung bukan untuk produksi;
- Kebenaran varietas yang ditanam dalam BPMT ditunjukkan atas label yang dikeluarkan oleh lembaga/instansi yang menangani Pengawasan dan Sertifikasi Benih setempat sesuai dengan keberadaan BF, serta diawasi oleh lembaga/instansi tersebut;
- Mata tempel/sambung yang dihasilkan BPMT diberi label         berwarna ungu yang dikeluarkan lembaga/instansi yang menangani Pengawasan dan Sertifikasi Benih setempat sesuai dengan keberadaan BPMT dengan kode sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Blok Perbanyakan Benih (BPB)
- Merupakan perbanyakan benih buah-buahan yang mata tempel/sambungnya hanya berasal dari pertanaman BPMT;
- Tanaman BPB merupakan keturunan kedua dari BF atau keturunan ketiga dari PIT;
- BPB dapat terdiri dari lebih satu jenis dan masing-masing jenis dapat lebih dari satu varietas, dan diatur dalam sub blok jenis dan sub-sub blok varietas.  Perlakuan  budidaya dilakukan secara optimal, bisa di tanah atau polybag;
- Semua benih yang berasal dari BPB diberi label biru yang dikeluarkan lembaga/instansi yang menangani Pengawasan dan Sertifikasi Benih setempat, dengan kode sesuai ketentuan yang berlaku;
- BPB tidak digunakan untuk menghasilkan mata tempel, melainkan  benih siap salur. Dengan perbanyakan benih sistem klonal pada buah-buahan memberikan jaminan  kepada konsumen akan kebenaran varietas dan mutu benih serta menjaga agar    produksi buah-buahan dapat memenuhi standar mutu, baik untuk ekspor maupun kebutuhan dalam negeri.







Kamis, 24 Januari 2013

Meterology Pertanian


       Weather atau Cuaca mempengaruhi aktivitas kehidupan kita sehari-hari, pekerjaan kita dan kesehatan serta kenyamanan kita. Sekalipun ada beberapa aspek dari lingkungan fisik kita yg mempengaruhi kehidupan kita lebih dari cuaca. Cuaca (weather) sangat mempengaruhi pertanian. Disamping dampak langsung pada manusia, cuaca mempunyai pengaruh kuat pd ekonomi dunia melalui pengaruh pd pertanian, transportasi, industri, penggunaan energi, sumber daya air, dsb. Polusi udara dpt mempengaruhi iklim kota dan kesehatan manusia. Atmosfer dengan jelas mempengaruhi kehidupan kita. Juga penting untuk menyadarkan bahwa manusia mempengaruhi juga atmosfer. Polusi udara, hujan asam, ozone depletion, dan pemanasan global adalah seluruh contoh dari dampak manusia pada atmosfer. mau tak mau ini juga ke depannya bisa mempengaruhi cuaca (weather).
       PENGERTIAN METEOROLOGY
       Meteorology adalah ilmu yang mempelajari atmosfer bumi khususnya untuk keperluan prakiraan cuaca. Kata ini berasal dari bahasa Yunani meteoros atau ruang atas (atmosfer), dan logos atau ilmu. Meteorology adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan membahas gejala perubahan cuaca yang berlangsung di atmosfer.
        
       APA IKLIM ITU?
       Climate (Iklim) suatu tempat adalah generalisasi dari kondisi cuaca utk jangka waktu yg panjang. Iklim adalah lebih dari rata2 cuaca Walaupun rata2 adalah angka statistik dasar di banyak uraian tentang iklim, variasi dan ekstrim juga penting. Tetapi mengetahui ekstrim yg mungkin terjadi memberikan tambahan informasi yg berguna. Data iklim membantu perencanaan dan membantu kita mengetahui apa yg diharapkan ketika mengunjungi suatu lokasi tertentu . Tetapi data iklim tdk dapat memprediksi cuaca
       ELEMEN DASAR IKLIM
   Suhu udara, kelembaban, tipe dan jumlah awan, tipe dan jumlah presipitasi, kecepatan dan arah angin, dan tekanan udara.
   Elemen2 adalah kuantitas atau sifat yg dimiliki yg secara teratur diukur dan membentuk variabel dimana cuaca dan iklim dinyataka.

KELEMBABAN UDARA
INDIKATOR KOMPETENSI
MAHASISWA MEMILIKI PENGUASAAN TENTANG PENENTU, FUNGSI, ZONASI, DAN KEDUDUKAN KELEMBABAN UDARA DALAM IKLIM SEBAGAI SISTEM  DAN HUBUNGAN DENGAN  SISTEM PERTANAMAN
       KELEMBABAN UDARA
2. Kelembaban spesifik (q) = mv/(md + mv)
     mv = massa uap air 
     md = massa udara kering
      mv + md = massa udara lembab
 3. Mixing ratio (r) = mv/md

 4. Kelembaban relatif (RH)
            merupakan perbandingan kelembaban aktual atau
            tekanan uap aktual (ea)dengan kapasitas udara untuk menampung uap air atau tekanan uap jenuh (es) 
     RH = ea/es x100%,  es = 6,1078 e (17,239 T)/ (T+237,3)
       DISTRIBUSI KELEMBABAN UDARA (RH)
1. Distribusi berdasar ruang
   Kelembaban relatif di suatu tempat dipengaruhi oleh kondisi suhu udara dan kandungan uap air aktual yang ditentukan oleh ketersediaan air di tempat tersebut
   - daerah pantai à RH tinggi
   - daerah pegunungan (T rendah) à RH tinggi
  • Umumnya RH tinggi di pusat-pusat temperatur rendah
2.  Distribusi berdasar waktu
Makin rendah suhu udara makin besar kapasitas udara menampung uap air
   - siang hari suhu lebih tinggi dibanding malam
      hari sehingga RH siang < RH malam

    - suhu minimum harian tercapai pada pagi hari
      sebelum matahari terbit à RH maksimum à
      terbentuk embun  
        
       PENGUKURAN KELEMBABAN UDARA
1. Alat pengukur kelembaban udara dengan prinsip dasar metode pertambahan panjang dan pertambahan massa : HIGROMETER
2. Alat pengukur yang berdasar metode termodinamika : PSIKROMETER (termometer bola basah – bola kering)
       PERAN KELEMBABAN UDARA
BAGI TUMBUHAN
          Kelembaban udara tinggi :
Ø   menguntungkan:  kelembaban tinggi disertai intensitas cahaya tinggi (laju fotosintesis meningkat)
Ø   merugikan:   kelembaban tinggi disertai suhu udara tinggi (suasana ideal untuk perkembangan OPT );
   Mikro organisme, serangga (hama & penyakit tanaman)
          Kelembaban udara rendah bisa menyebabkan cekaman (stress) air pada tanaman (terutama bila terjadi pada siang hari dan suhu udara tinggi). 


       TEKANAN UDARA SEBAGAI UNSUR DAN PENGENDALI IKLIM
          Tekanan udara mempengaruhi perubahan kecepatan angin
          Angin berperan langsung terhadap evapotranspirasi, suhu udara dan presipitasi (hujan)
          Tekanan udara sebagai pengendali iklim :
Ø  Di daerah subtropis berperan sangat besar
Ø  Di daerah tropis berperan kecil/tidak nyata

       PENYEBAB PERUBAHAN DAN PERBEDAAN TEKANAN UDARA
FAKTOR TERMAL
          Kerapatan (r) dan massa (m) udara bervariasi dengan suhu 
   Udara yang mendapat pemanasan (suhu bertambah) à volume bertambah, kerapatan berkurang, massa berkurang sehingga tekanan udara berkurang
FAKTOR DINAMIK
Gaya Corriolis, gaya gesek
   
       DISTRIBUSI TEKANAN UDARA
Vertikal
          Atmosfer lapisan bawah memiliki kerapatan lebih besar à makin keatas (menjauhi bumi) tekanan udara makin rendah
          Hubungan kerapatan, suhu dan tekanan udara:
dan
P: tekanan udara, V: volume udara, n: jumlah mol, m: massa udara kering, M: berat molekul udara kering, T: suhu mutlak lapisan udara, R: tetapan gas umum (8,3143 J/K/mol)
          Gas yang dominan di udara adalah N2 (80%) dan O2 (20%) sehingga :
M = (0,8x2x14) + (0,2x2x16) = 28,8
          Dengan memperhitungkan gas-gas yang lain M= 28,97
          P = r Ru T 
          Ru : tetapan gas untuk udara kering, besarnya = R/M = 8,3143/28,97
              = 287 J/K/kg 
Penyebaran Horisontal
          Penyebaran horisontal berhubungan dengan gaya-gaya yang mengendalikan angin di atmosfer
          Isobar: garis yang menghubungkan  tempat- tempat bertekanan udara sama
          Gradien tekanan: perbedaan tekanan secara horisontal, diukur dari tinggi ke rendah, tegak lurus isobar terdekat
          Pada peta tekanan udara, pola yang tergambar muncul dalam bentuk panjang dan bergelombang.  Daerah memanjang pada tekanan rendah disebut palung (trough), yang memanjang pada tekanan tinggi disebut punggung (ridge)
        
       PENGUKURAN TEKANAN UDARA
          Suatu kolom udara dengan luas penampang 6,45 cm2 (1 inci persegi) pada permukaan laut sampai puncak atmosfer, mempunyai berat sekitar 6,66 kg, setara dengan berat kolom Hg setinggi 760 mm
          Tekanan 760 mm Hg disebut tekanan normal
          Standar tekanan atmosfer dapat dinyatakan dalam 760 mm Hg atau 1013,3 mb.  Jadi 1 mm Hg = 4/3 mb
          Alat pengukur tekanan udara : Barometer

ANGIN
          Angin merupakan udara yang bergerak, mempunyai arah dan kecepatan, timbul karena ada perbedaan kerapatan udara yang menyebabkan perbedaan tekanan udara
          Arah gerak udara adalah dari tempat bertekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah
          Kecepatan angin ditentukan oleh laju perubahan tekanan
       GAYA PENGGERAK ANGIN
  1. Gaya gradien tekanan: gaya yang terjadi karena perbedaan tekanan akibat perbedaan suhu.  Makin besar perbedaan tekanan makin besar kecepatan angin.
Fp = -1/r. dp/dz
 Fp : gaya gradien tekanan , r: kerapatan udara (1,2 kg/m3), dp/dz: perbedaan tekanan pada jarak tertentu
  1. Gaya Corriolis, timbul karena rotasi bumi
  2. Gaya Sentrifugal
  3. Gaya gesekan
       SISTEM ANGIN DUNIA
          Skala  makro: pola angin umum dunia
          Skala meso: pola angin yang terjadi hanya beberapa hari  dan meliputi daerah yang kecil, spt angin darat – laut, angin lembah – gunung.
          Skala mikro: angin yang bertahan beberapa menit saja, seperti olak, hembusan dan putaran debu.

POLA ANGIN UMUM
          Teori Hadley  (sirkulasi satu sel): udara hangat dari daerah equator yang bertekanan rendah naik dan mengalir ke arah kutub dan udara kutub yang berat turun dan mengalir di permukaan menuju ke equator. Dengan asumsi:
    1. Tidak ada gaya Coriolis,
    2. Permukaan bumi rata dan komposisi
        seragam
    3. Letak bumi tidak miring pada sumbu
        (tidak ada perubahan musim)

 POLA ANGIN LOKAL
Angin lokal terjadi akibat kondisi lokal karena perbedaan pemanasan  (suhu udara) dan topografi. Contoh: angin Bohorok, gending, dsb
          Angin Muson (Monsoon)
          Angin darat dan angin laut
          Angin lembah dan angin gunung
           
           
          PERAN ANGIN BAGI TUMBUHAN
          Dalam klimatologi angin berfungsi pokok memindahkan panas, uap air dan CO2 serta mengendalikan unsur cuaca: kelembaban udara, suhu, dan evapotranspirasi
          Sehingga pada tanaman: 
  1. Transpirasi meningkat dengan    peningkatan kecepatan angin
  2. Absorpsi CO2
  3. Kerusakan mekanik akibat angin kencang                                                                        
          Klasifikasi tanaman berdasar tanggapan terhadap kondisi angin:
    Exposure evader, toleran dan sensitif
          Windbreaker atau shelterbelt :
    -  mengurangi kecepatan angin sehingga
       bisa mengurangi erosi tanah dan
       kerusakan mekanik pada tanaman
    -  mencegah fluktuasi suhu siang dan
       malam yang terlalu besar
    -  mengurangi evapotranspirasi
    -  menekan bahaya frost

¨  II.FAKTOR IKLIM
II.1.Letak lintang suatu tempat
II.2. Topografi Wilayah
II.3.Perjalanan Matahari
¨  II.1. LETAK LINTANG SUATU TEMPAT
¨  Berpengaruh pada :
  1. Temperatur
  2. Tekanan udara
¨   sepanjang katulistiwa tdp lingkaran tekanan ud rendah
¨  Pada lintang2 kutub dingin tdp daerah yg terus menerus bertekanan tinggi
¨  Di tengah2 antara 60° – 70° tdp lingkaran tek rendah sub polar
¨  Antara 25o – 35o tdp lingkrn tek tinggi subtropika
¨  KEJERNIHAN ATMOSFER
¨ 
II.2. Topografi Wilayah
Berpengaruh pada :
  1. Suhu/temperatur
  2. Angin (arah dan kecepatannya)
  3. Penerimaan cahaya
  4. Kondisi air/lengas tanah
  5. Penerimaan hujan
¨ 
II.3.Perjalanan Matahari
Berpengaruh pada:
  1. Intensitas sinar matahari yang diterima bumi di suatu wilayah
  2. Musim hujan, salju,panas, dingin, semi
  3. Tekanan udara
  4. Siklus hidup tanaman
¨  ATMOSFER BUMI
¨  A. Sifat Atmosfer
                           merupakan selimut gas tebal yg secara 
                  menyeluruh menyelimuti bumi
UDARA : a. Mrp suatu benda yg tdk berwarna tdk berbau,tdk dpt dirasakan dan diraba
                 kecuali  jika bergerak sebagai angin
                    b. Mudah bergerak, dpt ditekan, dpt berkembang dan menghasilkan gelombang2
                 bertekanan
                     c. Mempunyai berat. Berat seluruh atmosfer ± 56-104 ton. Sekitar ½ berat ini
                 berada  di 6000m dan >99 % nya berada pa ketinggian sampai 30 km
                     d. Udara memberi tahan bila suatu benda melewatinya
                       
TANPA ATMOSFER TIDAK ADA KEHIDUPAN DAN TDK AKAN TERJADI AWAN,
               ANGIN, CUACA
¨  Asal atmosfer?
¨  Beberapa teori :
  1. Berdsr kajian atas atmosfer lain dlm tatasurya
  2. Benda2 di daerah atm bag luar, H dan He, unsur ini sangat jarang dijumpai dlm udara dekat permukan bumi
  3. Sejarah permulaan pembentukan planet dari gas-gas kosmis....
  4. Interaksi antara tanah, udara ,tanaman, binatang, scr tetap menggunakan dan memperbarui atmosfer
¨  B.Susunan Atmosfer
¨  a. Atmosfer total
                Udara merupakan campuran gas secara   mekanika bukan kimia
                 mudah ditekan sehingga lap. Bwh lbh  padat drpd atas   N, O,CO2 dan uap air menempati 99,97 % volume atm pd ketinggian smp 90 km
¨  Susunan gas dalam atmosfer
¨  b. Variasi atas dasar ketinggian
¨  Gas-gas ringan (H dan He) ada berlebihan di atm bag atas (namun krn percampuran turbulensi dlm skala besar dlm atm.keduanya sulit dipisahkan scr tegas
¨  Variasi berdsr ketinggian ini berhub erat dg lokasi sumber dua mcm gas yg tdk dpt permanent di atm yaitu uap air dan ozon
Oleh krn dua mcm benda ini bnyk menyerap panas matahari maupun bumi, mk penganggaran panas dan struktur suhu ke arah atas atm. Dipengaruhi oleh sebaran dua gas ini.



       SUHU (TEMPERATUR)UDARA
  • Suhu udara adalah derajat panas dari aktivitas molekul dalam atmosfer
  • Alat untuk mengukur suhu disebut Thermometer
  • Biasanya pengukuran suhu udara dinyatakan dalam skala Celsius (C ) , Reamur dan Fahrenheit
       Suhu udara timbul karena adanya radiasi panas matahari yang diterima bumi
       Tingkat penerimaan panas oleh bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor
       Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan panas oleh bumi
1. Sudut datang sinar matahari, yaitu sudut yang dibentuk oleh permukaan bumi dengan arah datangnya sinar matahari. Makin kecil sudut datang sinar matahai, semakin sedikit panas yang diterima oleh bumi dibandingkan sudut yg datangnya tegak lurus
       AGIHAN/SEBARAN TEMPERATUR MENDATAR
       Pada suatu peta, agihan temperatur mendatar biasanya ditunjukkan dengan isoterm , yaitu suatu garis yang menghubungkan tempat2 yang temperaturnya sama pada saat yang sama.
       Untuk peta cuaca kawasan sempit : penggambaran isoterm berdasar pengukuran temperatur aktual
       Untuk peta cuaca kawasan benua/dunia,temperatur hsl pengukuran seringkali disesuaikan dengan temperatur permukaan laut yaitu dg menambahkan -180°C untuk setiap penambahan tinggi 300m.
       ?
       Faktor apa saja yang menentukan pola umum agihan temperatur dunia???
  1. Pengaruh lintang bumi
            (penurunan temperatur dari katulistiwa ke arah kutub mrpk kenyataan iklim yg sangat mendasar)
            Letak lintang berpengaruh terhadap penerimaan radiasi.
2.      Adanya lautan dan perairan (water body) di permukaan bumi             menyebabkan agihan tidak teratur.  Kawasan darat mengalami pemanasan dan pendinginan lebih cepat daripada perairan...akhirnya kisaran temperatur tahunan di darat lebih besar daripada perairan. ????
  1. Adanya gunung-gunung
            Barier gunung menghalangi gerakan masa udara dingin. Contoh, Pegunungan Himalaya di Asia dan Alpen di Eropa menghalangi daerah itu keselatan dari pengaruh udara dari kutub
  1. Topografi juga mempengaruhi temperatur. Di belahan bumi utara lereng yg berkiblat ke utara umumnya menerima insolasi lebih sedikit daripada yg berkiblat selatandan temperatur secara normal lebih rendah.
5.         Adanya drainasi udara lokal dingin menuju ke lembah pada malam hari juga cenderung mempengaruhi temperatur.
       MENGAPA ADA PERBEDAAN
TEMPERATUR DARAT DAN PERAIRAN???
                       ADA 3 ALASAN
  1. Air mudah bergerak, baik ke samping maupun tegak dan akan menyebarkan energi panas yg diserap pada permukaan ke seluruh masanya.
            Daratan, penyerapan insolasi hanya pd permukaan dan dipindahkan ke bawah secara pelan-pelan denagn cara konduksi
2.         Air itu tembus cahaya, dpt dimasuki energi radiasi jauh lebih dalam drpd daratan. Jadi suatu jumlah insolasi kalau mengenai perairan harus  disebar ke masa yg lebih besar drpddarat walaupun luas permukannya sama
3.         Panas jenis air lebih besar daripada tanah.               Maka suatu masa air tertentu akan memerlukan energi lbh bsr drpd tanah, dengan masa yg sama untuk menaikkan suhu 1 °C. Akibatnya dg insolasi sama akan menghasilkan suhu permukaan tanah lebih tinggi dari pada perairan
       ATMOSPHERE
(Atmosfir)
Atmosphere adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di bumi, atmosphere terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi. Atmosphere tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosphere mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan yang sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosphere berikut fenomena-fenomena yang terjadi di dalam atmosphere.
       Atmosphere Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosphere melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosphere ada dalam 11 km dari permukaan planet.

Atmosphere tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosphere dan angkasa luar.

RADIASI MATAHARI DAN ANGGARAN PANAS
Energi matahari melakukan jalannya ke Bumi dengan mekanisme pemindahan energi yang dinamakan radiasi. Energi yang dipindahkan dengan radiasi berjalan keluar dari sumbernya dalam segala arah. Matahari memancarkan cahaya dan panas maupun cahaya UV yang menyebabkan warna kuning coklat karena terbakar panas sinar matahari. Cahaya, panas dan cahaya UV adalah hanya bagian dari deretan besar energi yang dinamakan radiasi elektromagnetik, atau radiasi. 
‘nasib sinar-sinar dg macam macam panjang gelombang dlm perjalanan mencapai bumi
Infra merah : pj gelombang lbh pj dari sinar yg tampak
Ultra violet : pj gelombang lebih pendek dari sinar yg tampak, menghasilkan efek
fotokimia
Gbr. Ilustrasi radiasi bumi

Hubungan Bumi dan Matahari
Untuk memahami bagaimana dinamika Bumi sebagai mesin cuaca bekerja, menjadi penting untuk memahami mengapa lintang yang berbeda menerima kuantitas yang berbeda dari energi matahari…dan, mengapa kita mempunyai musim?
Satu dari gerakan utama Bumi adalah rotasi, yaitu gerakan berputar dari Bumi pada sumbunya. Rotasi menghasilkan siklus harian dari siang dan malam. Satu rotasi memakan waktu 24 jam. Gerakan ke dua dari planet kita adalah revolusi, yaitu gerakan Bumi dalam orbitnya mengelilingi Matahari.

..apa yg berpengaruh pada suhu musiman?
Variasi yang kecil dalam energi matahari yang diterima oleh Bumi karena orbit yang berbentuk ellips, mempunyai sedikit pengaruh pada suhu musiman.
Jika variasi jarak Bumi-Matahari bukan penyebab utama dari perubahan suhu musiman, apa yang bertanggung jawab?
MATAHARI
Sumber utama panas bumi dan atmosfer
Energi radiasi matahari yang datang dan sampai ke permukaan bumi disebut sebagai INSOLATION (Incoming Solar Radiation)
Terdiri atas sinar-sinar energi radiasi yg tersusundari bermacam panjang gelombang
ANGGARAN ENERGI PANAS

BEBERAPA ISTILAH
RADIASI: pancaran sinar
ALBEDO:Albedo merupakan sebuah besaran yang menggambarkan perbandingan antara sinar Matahari yang tiba di permukaan bumi dan yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan terjadi perubahan panjang gelombang (outgoing longwave radiation). Perbedaan panjang gelombang antara yang datang dan yang dipantulkan dapat dikaitkan dengan seberapa besar energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi.
Permukaan yang berbentuk padat memberikan nilai albedo yang lebih besar dibandingkan dengan permukaan yang bersifat lembut. Albedo umumnya dikaitkan dengan perubahan iklim lokal, dan perlu dipahami dalam menganalisis perubahan tata guna lahan (land use).
KONDUKSI
INSOLASI
Apa saja gas-gas rumah kaca?
====\
HUJAN
Proses terjadinya hujan
Jenis-jenis awan
Bentuk-bentuk awan
Awan cumulus
Awan stratus
Awan cirrus
Awan sirostratus
Awan sirocumulus
Awan alto cumulus
Awan cumulonimbus
Awan nimbostratus

HUJAN
Apakah hujan itu?
Presipitasi sendiri dapat berwujud padat (misalnya salju dan hujan es) atau aerosol (seperti embun dan kabut). Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi karena sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering. Hujan jenis ini disebut sebagai virga.
Jumlah air hujan diukur menggunakan pengukur hujan atau ombrometer
BAGAIMANAKAH BENTUK HUJAN?
Banyak orang mengatakan : “lonjong” (bulat dibawah,menciut di atas)
              tidak seluruhnya benar
                            air hujan bentuknya kecil hampir bulat
Air hujan yg besar menjadi semakin leper seperti roti hamburger
Air hujan yg lebih besar lagi berbentuk seperti payung terjun, dan kecepatan jatuhnya makinbesar
Berapa ph air hujan?
Biasanya sekitar 6
Air hujan dengan pH dibawah 6 dianggap sebagai hujan asam (Hujan asam didefinisikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah
Jenis-jenis hujan berdasarkan ukuran butirnya
Hujan gerimis / drizzle, diameter butirannya kurang dari 0,5 mm
Hujan salju, terdiri dari kristal-kristal es yang suhunya berada dibawah 0° Celsius
Hujan batu es, curahan batu es yang trun dalam cuaca panas dari awan yang suhunya dibawah 0° Celsius
Hujan deras / rain, curahan air yang turun dari awan dengan suhu diatas 0° Celsius dengan diameter ±7 mm.
Jenis-jenis hujan berdasarkan besarnya curah hujan (definisi BMKG)
hujan sedang, 20 - 50 mm per hari
hujan lebat, 50-100 mm per hari
hujan sangat lebat, di atas 100 mm per hari

Hujan buatan.......apa itu?
suatu teknik untuk menambah curah hujan dengan memberikan perlakuan pada awan
Perlakuan ini dinamakan hujan buatan (rain-making), atau sering pula dinamakan penyemaian awan (cloud-seeding)
Hujan buatan adalah usaha manusia untuk meningkatkan curah hujan yang turun secara alami dengan mengubah proses fisika yang terjadi di dalam awan...(jadi bukan menciptakan dari yang tidak ada)
Proses fisika yg diubah meliputi: proses tumbukan dan penggabungan (collision dan coalescense), dan proses pembentukan es (ice nucleation).
Apa arti “curah hujan”?
Satuan curah hujan = milimeter (mm)
...apa artinya
Curah hujan sebesar 1 mm artinya adalah “tinggi” air hujan yang terukur setinggi 1 mm pada daerah seluas 1 m2 (meter persegi). Artinya “banyaknya” air hujan yang turun dengan ukuran 1 mm adalah 1 mm x 1 m2 = 0,001 m3 atau 1 liter.
Jadi...apa arti “curah hujan di suatu wilayah sebesar 8000 mm
Misal wilayah itu memiliki luas 100 km2, maka artinya:
jumlah air yang “turun” di daerah itu adalah 8000 mm x 100 km2 = 8 x 1011 liter

RAIN GAUGE
Jika air sebanyak itu jatuh ke bumi dan tidak langsung mengalir atau meresap ke dalam tanah, maka anda dapat memperkirakan berapa luas daerah yang tergenang air itu
Contoh:luas wilayah yang tergenang air setinggi rata-rata 1 meter di area hujan tadi adalah 8 x 1011 liter / 1 m = 8 x 108 m2 = 800 km2
Curah hujan dihitung harian, mingguan, hingga tahunan, sesuai kebutuhan. Pembangunan Saluran Drainase, selokan, irigasi, serta pengendalian banjir selalu menggunakan data curah hujan ini, untuk mengetahui berapa jumlah hujan yang pernah terjadi di suatu tempat, sebagai perkiraan pembuatan besarnya saluran atau sarana pendukung lainnya saat hujan sebesar itu akan datang lagi dimasa mendatang.
Sebagai contoh
rata-rata curah hujan di Indonesia adalah 2000-3000 mm/tahun (artinya kalau air hujan "dikumpulkan" selama satu tahun akan setinggi 2-3 meter!). CUrah hujan tertinggi ada di daerah Jawa Tengah Baturaden sebesar 7069 mm/thn, dan curah hujan terrendah ada di daerah Palu, Sulawesi tengah sebesar 547mm/tahun. Data tersebut didapat dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), yaitu badan resmi pemerintah yang menangani masalah cuaca dan kebumian.
Nah.....berapa curah hujan di daerah saudara?
APAKAH TERMASUK DAERAH BASAH
ATAUKAH TERMASUK DAERAH KERING



TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH
              Ini berhubungan erat dengan masalah hujan
Tingkat Ketersediaan air tanah dihitung berdasarkan neraca air lahan tanaman, yang merupakan pengurangan curah hujan dan evapotranspirasi untuk menentukan kandungan air tanah, hingga diperoleh ketersediaan air tanah.
Tingkat ketersediaan air tanah di suatu tempat ditentukan berdasarkan tanah sedalam jelajah akar tanaman, yaitu antara 0% (pada titik layu permanen) dan 100% (pada kapasitas lapang), dengan asumsi bahwa di tempat tersebut merupakan lahan tadah hujan (tidak ada irigasi).

Tingkat ketersediaan air tanah dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
Cukup : Kadar air sedalam jelajah akar tanaman >60%
Sedang : Kadar air sedalam jelajah akar tanaman 40% - 60%
Kurang : Kadar air sedalam jelajah akar tanaman <40 o:p="">
....banjir...(tiadanya resapan)

  HIDROMETEOROLOGI
Menerangkan segala macam bentuk air dlm atmosfer
  A. KELEMBABAN UDARA
  PENGUAPAN
  AWAN
  PRESIPITASI
  ADALAH AIR DALAM BENTUK CAIR ATAU PADAT YANG JATUH SAMPAI KE PERMUKAAN BUMI
  PRESIPITASI
  Terjadinya presipitasi selalu didahului oleh proses kondensasi dan atau pembekuan uap air
  MEKANISME TERJADINYA PRESIPITASI
  Adalah suspensi koloida udara atau aerosol

AWAN
.....apakah awan itu?
  Selama butir-butir belum bersatu akan tetap melayang-layang di udara...ini akan menyebabkan awan itu kekal dan tidak akan terjadi presipitasi
  Jika butir-butir cenderung menyatu shg mjd lbh besar dan berat maka awan menjadi tdk kekal dan akan terjadi presipitasi
  Adalah presipitasi yang berbentuk cair
  KLASIFIKASI PRESIPITASI
 A. BERDASARKAN BENTUK
                        1. hujan
2. Salju (snow)
Adalah sublimasi uap air pada temperatur dibawah titik beku
(FENOMENA ALAM YG MENAKJUBKAN: CINTAKU SEHANGAT SALJU….)
  turunnya salju memberikan kehangatan. Ini bisa dipahami dari konsep temperatur efektif. Temperatur efektif adalah temperatur yang dirasakan oleh kulit kita, dipengaruhi oleh tiga besaran fisis: temperatur terukur (oleh termometer), kecepatan pergerakan udara, dan kelembapan udara. Temperatur efektif biasanya dipakai untuk menentukan zona nyaman. Di pantai, temperatur terukur bisa tinggi, namun karena angin kencang kita masih merasa nyaman. Pada saat salju turun lebat, kelembapan udara naik dan ini memengaruhi temperatur efektif sehingga pada satu kondisi kita merasa hangat.
  Jadi, Anda bisa mengirim ungkapan romantis kepada teman Anda, cintaku sehangat salju. Kalau dia tidak paham, kesempatan untuk Anda menjelaskan fenomena ini. Fisika pun bisa menjadi senjata yang andal bagi mereka yang sedang pedekate.***
  PROSES PEMBENTUKAN SALJU
  Berawal dari uap air yang berkumpul di atmosfer Bumi, kumpulan uap air mendingin sampai pada titik kondensasi (yaitu temperatur di mana gas berubah bentuk menjadi cair atau padat), kemudian menggumpal membentuk awan. Pada saat awal pembentukan awan, massanya jauh lebih kecil daripada massa udara sehingga awan tersebut mengapung di udara persis seperti kayu balok yang mengapung di atas permukaan air. Namun, setelah kumpulan uap terus bertambah dan bergabung ke dalam awan tersebut, massanya juga bertambah, sehingga pada suatu ketika udara tidak sanggup lagi menahannya. Awan tersebut pecah dan partikel air pun jatuh ke Bumi.
  Partikel air yang jatuh itu adalah air murni (belum terkotori oleh partikel lain). Air murni tidak langsung membeku pada temperatur 0 derajat Celcius, karena pada suhu tersebut terjadi perubahan fase dari cair ke padat. Untuk membuat air murni beku dibutuhkan temperatur lebih rendah daripada 0 derajat Celcius.
  Saat partikel-partikel air murni tersebut bersentuhan dengan udara, maka air murni tersebut terkotori oleh partikel-partikel lain. Ada partikel-partikel tertentu yang berfungsi mempercepat fase pembekuan, sehingga air murni dengan cepat menjadi kristal-kristal es.
  KRISTAL SALJU
  3. HUJAN ES
  Hal ini terjadi krn salju yg tertiup angin kencang scr tiba2, naik, menemukan suhu yg sngt dingin, berat, jatuh dlm bnt kristal es