Minggu, 13 Mei 2012

Kesuburan Tanah(1)


KESUBURAN TANAH?
Yaitu kapasitas atau kemampuan tanah dalam menghasilkan produk tanaman yang dininginkan
Pada lingkungan tertentu.
Kenapa jenis tanman beda maka kebutuhan kesuburan tanah akan beda pula ?
Setiap tanaman memiliki kebutuhan khusus dalam memenuhi unsur2 hara nya guna untuk pertumbuhan tanman tersebut jadi pastilah berbeda-beda spesifikasi  kebutuhan kesuburan tanah pada setiap masing-masing tanaman.
Exp; karet. ===getah,kayu    dengan  Jagung:biji,batang,tongkol.
Dari 2 contoh diatas pastilah berbeda junlah kompoisisi kebutuhan hara ,pada tiap tanaman.
Kesuburan tanah standar mutlak?
Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian. Selama tanaman dalam proses menghasilkan, kesuburan tanah ini akan berkurang. Padahal kesuburan tanah wajib diperbaiki kembali dengan pemupukan dan penggunaan tanah itu sebaik-baiknya. Teladan terbaik tentang cara menggunakan tanah dan menjaga kesuburannya dapat kita peroleh pada hutan yang belum digarap petani
Exp: cabai;paling baik di tanam pada tanah vertisol (hasil.maksimum)
        Kedelaijepanga=pada dataran rendah(hasil optimum)
 Hal diatas di pengaruhi!
-lingkungan yaitu faktordiluar tanah.    Exp: air dan sinar    pada tan.kedelai
Kesuburan tanah di perngarhui; faktor fisik dan faktor kimia.
   Dasar nutrisi tanaman?
Dinamika unsure hara?
1.Tingkat ketersediaan unsure hara tanah   exp:ektrasi , N,P tersedia dan K dapat ditukar(ion)
2pergerakan/pengenakan: -aliran masa:====è
1.      intersepsi akar semata-mata berkaitan dengan pemasokan hara (solely a supply mechanism).
2.      aliran massa dan difusi merupakan pemasokan dan pengangkutan hara (mechanisms of supply and transport).
3.      memahami bagaimana hara bergerak, sangat penting untuk memahami dampaknya bagi lingkungan, juga dalam penyerapan hara.

Intersepsi akar
Akar tumbuh menembus tanah, bersinggungan dengan permukaan partikel tanah, permukaan akar bersinggungan dengan ion hara yang terjerap, kemudian terjadi pertukaran secara langsung (contact exchange). Meskipun angkanya kecil, tetapi sumbangannya penting agar hara mencapai akar. Hal ini nampak jelas terutama bagi hara dengan kadar tinggi dalam tanah misalnya Ca dan Mg, atau hara yang dibutuhkan dalam jumlah kecil bagi tanaman seperti Zn dan Mn dan hara mikro lainnya.
Intersepsi dipengaruhi oleh semua yang mempengaruhi pertumbuhan akar: tanah yang kering, tanah mampat, pH tanah yang rendah, keracunan Al dan Mn, kekahatan hara, kegaraman, aerasi buruk, penyakit akar, serangga, nematoda, temperatur sangat tinggi atau sangat rendah. Pertumbuhan tanaman berpengaruh paling besar terhadap proses intersepsi, meskipun juga berpengaruh terhadap dua mekanisme lainnya.
Hara yang masuk melalui intersepsi  tergantung pada kadar hara dalam tanah,  volume tanah yang dijelajahi akar, akar menempati 1 – 2% volume tanah, pada permukaan tanah akar lebih rapat.
Proses intersepsi atau pertukaran langsung dapat digambarkan sebagai berikut:
§  [rambut akar] H+ dengan K+ [lempung/BO]
§  pertukaran => => =>
§  [rambut akar] K+ dengan H+ [lempung/BO]
Hal ini terjadi karena akar juga memiliki KPK yang berumber dari gugus karboksil (seperti dalam bahan organik): COOH <–> COO- + H+.  Besarnya kpk akar pada monokotil 10 – 30 meq/100 g dengan sifat kation monovalen lebih cepat diserap, sedangkan akar dikotil memiliki KPK 40 – 100 meq/100 g dengan sifat kation divalen lebih cepat diserap.

Aliran masa (mass flow)Hara terlarut terbawa bersama aliran air menuju akar tanaman, aliran air dipengaruhi oleh transpirasi, evaporasi dan perkolasi. Jumlahnya proporsional dengan laju aliran (volume air yang ditranspirasikan) dan kadar hara dalam larutan tanah.
Aliran masa memasok hampir seluruh hara mobil yang diperlukan tanaman yaitu: NO3-, SO42-, Cl-, and H3BO3. Seringkali memasok hara Ca dan Mg yang berlebihan. Dengan demikian dapat memenuhi kebutuhan Cu, Mn, and Mo, serta memenuhi sebagian kebutuhan Fe and Zn.
Faktor yang mempengaruhi aliran masa adalah :
1.      kadar lengas tanah:  tanah yang kering tidak ada gerakan hara,
2.      temperatur: temperatur yang rendah mengurangi transpirasi dan evaporasi,
3.      ukuran sistem perakaran: mempengaruhi serapan air.
Pengaruh kerapatan akar terhadap pasokan hara oleh aliran masa lebih ringan dibanding terhadap intersepsi akar dan difusi.
Difusi (diffusion)Ion bergerak dari wilayah yang memiliki kadar hara tinggi ke wilayah yang lebih rendah kadar haranya. Akar menyerap hara dari larutan tanah. Kadar hara di permukaan akar lebih rendah dibandingkan kadar hara tersebut  larutan tanah di sekitar akar. Ion bergerak menuju permukaan akar. Mekanisme ini sangat penting bagi hara yang berinteraksi kuat dengan tanah. Terutama untuk memasok hara P dan K, juga hara mikro Fe dan Zn.
laju difusi proporsional dengan gradien konsentrasi, koefisien difusi dan wilayah yang tersedia untuk terjadinya difusi. Persamaan difusi “Hukum Fick”:
dC/dt = De. A.dC/dX
dC/dt = laju difusi (perubahan konsentrasi antar waktu)
De = koefisien disfusi efektif
A          = luas penampang difusi
dC/dX = gradien konsentrasi (perubahan konsentrasi antar jarak)
Koefisien difusi efektif (effective diffusion coefficient)
De=Dw.Θ(1/T).(1/b)
Dw = koefisien difusi dalam air
Θ     = kadar air tanah volumetrik
T     = faktor kelikuan (tortuosity)
b     = daya sangga tanah (soil buffering capacity)
Koefisien difusi dalam air dipengaruhi temperatur, jika dingin difusi lebih lambat. Kadar air tanah, jika kering difusi lebih lambat, kurang air, wilayah yang dilewati difusi lebih sempit. Kelikuan (tortuosity), jalur dalam tanah tidak lurus, tetapi melalui sekeliling partikel tanah yaitu lapisan air yang sangat tipis. Hal ini dipengaruhi oleh tekstur tanah dan kadar airnya. Jika lebih banyak lempung maka jalur difusi lebih panjang.  Lapisan air lebih tipis, jalur difusi lebih panjang. Daya sangga tanah (buffering capacity): hara dapat diambil melalui jerapan tanah selama bergerak tersebut, hal ini akan menurunkan laju difusi.
Jarak difusi hara sangatlah pendek yaitu:  K ~ 0,2 cm, sedangkan P ~ 0,02 cm. Ukuran dan kerapatan akar sangat mempengaruhi pasokan hara oleh mekanisme difusi. Hal ini harus menjadi pertimbangan dalam penempatan pupuk.
Komplek cadangan=èbekal pelaupakan sejumlah menirealè unusr hara tersdia.proses lambat.Tapi pentng unutk penyedia unsure hara.
          KomplekFixsasièpengikathara oleh xat hara padat tanah==sukartersedia
                                    Peyemmatan P dan K dalammineraldan Cuoelh bahan organic

Komplakimobilisasi:perubahan dari ianorgani mj\d organic.


Tanaman membutuhkan:
Unsur-unsur hara (nutrition)
Air (H2O),CO2,Sinar matahari,Oksigen (O2)
unsur-unsur hara
1. Unsur-unsur Esensiel
2. Unsur-unsur non Esensiel
unsur-unsur esensial
Kriteria: (Arnon & Stout)
Tanaman tidak dapat melangsungkan daur hidupnya
bila unsur tersebut tidak ada,
Peranan (efek) unsur tersebut khas (spesifik) &
tdk dapat diganti oleh unsur yg lainnya.Efek unsur tsb dalam tanaman langsung.
exp:
C, H, O, N, P, K, S, Ca, Mg, Zn, Fe, Mn, Cu, Mo,
B, Cl, Na, Si, Co
kebutuhan hara kuantitatif
1. Unsur Hara Makro
            [  ] dlm jaringan tanaman = 0,1% BK
C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S, Na, Si
2. Unsur Hara Mikro
            [  ] dlm jaringan tanaman = 0,01% BK
 Fe, Mn, Cu, Zn, B, Mo, Cl, (Co)
3. Unsur Toxic (Meracun)
Fe, Mn, Cu, Zn, B
 F, Al, Ni, Pb, Cd
 I, Br, Cr, Se    


fungsi dan gejala-gejala defisiasi
Tiap hara punya peranan tersendiri, yang
spesifik dan langsung (tidak dapat digantikan
unsur yang lain).
Gejala defisiensi ada 2 macam:
1. Gejala pertumbuhan (morfologi) ukuran, bentuk, keadaan batang (akar),
2. visual (leaf symptons, foliar symptons) warna, nekrosis, klorosis, becak, dll
Pengamatan gejala2defisiensi hara
!!! Pada jaringan mana gejala itu ditemukan.
Konsep: Mobilitas hara dalam tanaman

Gejala defisiensi hara dpt terjadi pada:
1. Jaringan (daun) muda unsur imobil
2. Jaringan (daun) tua unsur mobil
3. Daun-daun intermediet


NITROGEN (N)
Fungsi dalam tanaman:
Sebagai penyusun protein, asam-asam amino,
asam-asam nukleat, & senyawa organik lainnya,
Sbg anasir klorofil,Cegah pengguguran daun (tua).

Defisiensi dalam tanaman:
Tahap awal ? ada klorosis
Tahap akut ? klorosis menyebar seluruh tanaman
[ ]         1,2 – 2,2% defisiensi
            2,7 – 3,6% toksik

PHGOSPOR(P)
Fungsi dalam tanaman:
Anasir bbrp seny organik yg mutlak diperlukan
dalam pertumbuhan tanaman. Fosfolipid nukleo
protein, gula-gula fosfat, DNA, ATP, ADP.Anasir penyusun bahan2 penting dlm sel tanaman
dan merupakan bag penting dalam sel tanaman &
merupakan bag dari seny fosfat berenergi tinggi 
yg dibutuhkan tanaman utk  fotosintesis dan  respirasi.

Defisiensi dalam tanaman:
Kerdil ,Daun2 berwarna hijau tua
Tangkai daun berwarna hijau keunguan (kadang2)
Tahap kahat ? nekrosis & mati, awal pd daun tua.
Rendah: < 0,05% (0,05-0,36%)
Lebih: jarang terjadi (kahat !)
Antagonis dg Zn, Cu, Fe

Fungsi dalam tanaman:
Sbg kofaktor > 40 sistem enzim
Dlm proses fisiologis peranan penting dlm 
fotosintesis, sintesis protein & karbohidrat,
translokasi metabolik dalam tanaman.


KALIUM(K)
Defisiensi dalam tanaman: Gangguan dlm metabolisme karbohidrat & nitrogen
Pucuk dan tepi daun klorosis ? nekrosis (daun2  tua duluan nampak)
Spesies t3 ada becak2 nekrosis & perubahan warna  daun keunguan
Peka thd senyawa patogen
Rendah : < 0,3% (0,3 - 1,1%)
Lebih     : > 2,4% (1,5 - 2,4%)
HARKAT HARA DALAM TANAH DAN TANAMAN
Analisis tanah & tanaman:
Uji cepat
Analisis laboratorium

Sangat rendah
-Kahat hara
-Hasil sangat rendah
-Sangat respon
Rendah
-Gejala tdk tampak
-Hasil rendah
-Respon
Sedang (Cukup, Medium)
-Hasil cukup
-Respon kecil

TINGGI
-pertumbuhan.Normal
-Hasil Optimal
-respon tdk nyata
Sangat Tinggi
-pertumbuhan meyimpang
-hasil menurun secara nyata

Kegunaan ANALISIS
1. Mengetahui status hara dlm tanah & tanaman
2. Kelestarian kesuburan tanah & produktivitas  lahan
3. Pendugaan produksi tanaman & menghitung  keuntungan apabila dilakukan pemupukan
4. Mengetahui hara yang menjadi faktor pembatas
5. Rekomendasi pemupukan

ANALISIS TANAH
Pengambilan contoh tanah:Harus mewakilli areal tertentu
Hanya beberapa gram ,Menggunakan sistem composite sample

ANALISIS TANAMAN
Penyebaran dlm tanaman tdk merata
Pemilihan contoh:
Pertumbuhan cukup
Tdk tll muda atau tua
Sebelum fase generatif
Daun 4,5,6 & 7 (daun  indikator)

PUPUK DAN PEMUPUKAN
 Apa itu PUPUK.....???
-Bahan (unsur-unsur) dalam bentuk senyawa Kimia
organik maupun anorganik yang berguna untuk
tanah & nutrisi tanaman

PEMUPUKAN…???
-Pengaplikasian bahan (unsur-unsur) kimia
organik maupun anorganik yang ditujukan untuk
memperbaiki kondisi kimia tanah dan mengganti
kehilangan unsur hara dalam tanah serta
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara
bagi tanaman sehingga dapat meningkatkan
produktifitas tanaman.
 
ILMU MEMUPUK
-Ilmu yang bertujuan menyelidiki zat-zat yang  perlu ditambahkan kedalam tanah guna pertumbuhan
dan perkembangan tanaman agar dapat memberikan  hasil yang maksimal.
5 Tepat Pemupukan
1.Tepat Jenis yaitu Jenis pupuk disesuaikan  dengan unsur hara yg dibutuhkan tanaman.
2.Tepat Dosis yaitu Pemberian pupuk harus tepat takarannya, disesuaikan dgn jumlah unsur hara yg
dibutuhkan tanaman pada setiap fase pertumbuhan tanaman.
3.Tepat Waktu yaitu Harus sesuai dgn masa kebutuhan hara pd setiap fase/umur tanaman, dan kondisi iklim/cuaca (misal :
 (a) pemupukan yg baik jika dilakukan di awal musim penghujan atau akhir musim kemarau,
(b) pengaplikasian PPC sebaiknya dilakukan pada  pagi hari sebelum jam 10 siang)
4.Tepat Cara yaitu Cara pengaplikasian pupuk  disesuaikan dengan bentuk fisik pupuk, pola  tanam, kondisi lahan dan sifat2 fisik, kimia &  biologi tanah.
5.Tepat Sasaran yaitu Pemupukan harus tepat pada  sasaran yg ingin dipupuk, misal;
(1) Jika yg ingin dipupuk adalah tanaman, maka  pemberian pupuk harus berada didalam radius
daerah perakaran tanaman, dan sebelum dilakukan  pemupukan maka areal pertanaman harus bersih
dari gulma-gulma pengganggu.
(2) Jika pemupukan ditujukan untuk tanah, maka  aplikasinya dilakukan pada saat pengolahan
tanah, dan berdasarkan pada hasil analisis  kondisi fisik & kimia tanah.

Mengapa Perlu Melakukan Pemupukan..???
Produktivitas tanah semakin lama akan semakin
menurun, sbg akibat dari faktor-faktor :
1. Usaha budidaya pertanian,
2. Pengikisan top soil,
3. Pencemaran lingkungan,
4. Bencana alam,
5. Pengaruh Iklim.

Faktor produksi dlm usaha tani
1.Faktor genetis tanaman (varietas, daya hasil,  dll).
2.Faktor lingkungan (cuaca, sistim pengairan, perkembangan HPT, dll).
3.Faktor Tanah (Sifat fisik, kimia dan biologi  tanah).

Penggolongan Kelas Tanah Berdasarkan Sifat Fisik & Kimia tanah
1.Tanah yg kimia kaya dan fisik baik. Biasanya pd tanah pegunungan, contohnya;
tanah andosol, & chernocen
2.Tanah yg kimia kaya tetapi sifat fisik jelek.
Tanah ini umumnya berwarna abu-abu  sampai merah, hal ini menunjukkan kandungan
bahan organik dan liat yg cukup tinggi. Misal pada tanah Gromosol (di Jawa Tengah & Jawa  Timur)
3.Tanah yg kimia miskin tetapi sifat fisik baik.Pd umumnya, tanah berwarna merah sampai
coklat, terbentuk pada daerah2 dgn pencucian tinggi sbg akibat curah hujan yg tinggi. Cth; tanah Latosol (Jawa Barat).
4.Tanah yg kimia miskin & fisiknya jelek. Sebagian besar tanah2 di Indonesia
(60%). Cth : tanah PMK (Podsolik Merah Kuning), dan cocok untuk komoditas perkebunan seperti
karet, kelapa sawit.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar