AGROTEKNOLOGI

Fisiologi Tumbuhan

product

^_^

fisiologi | Hormon

Berbagi Ilmu

product

^_^

Detail | Add to cart

Ilmu Alam

product

^_^

Detail | Add to cart

SEREALIA DAN UMBI

Jenis-jenis Tanaman Umbi yang ada :
1. Nama Daerah : singkong
Nama Ilmiah : Manihot utillisima
Deskripsi : Tanaman tumbuh berkelompok, dengan tinggi sekitar 1-1,5 m, merupakan perdu ; Batangnya berkayu dengan diameter sekitar 2,5 cm ; Daun berwarna hijau sampai hijau tua, daun tunggal, bentuk menjari, banyak terserang hama tungau ; Umbinya panjang dengan rata-rata berdiameter 2 cm dan panjang 40-60 cm. Daging umbinya berwarna putih.

2. Nama Daerah : Ubi jalar
Nama Ilmiah : Ipomoea batatas L.
Deskripsi : Salah satu kultivar ubi jalar yang mengandung antosianin yang tinggi yaitu ubi jalar ungu diolah menjadi es krim, campuran selai buah, berbagai macam kue kering, kripik, tepung, kubus instan untuk bahan kolak dan sawut ubi jalar,warna merah,ubinya berdiamerter5-15cm.daging umbi berwarana putih kekuningan

3. Nama Daerah : Suweg
Nama Ilmiah : (Amorphophallus paeoniifolius (Dennstedt) Nicolson)
Deskripsi : Suweg merupakan salah satu jenis Araceae yang berbatang semu, memiliki satu daun tunggal yang terpecah-pecah. Jenis ini jarang dibudidayakan, umumnya tumbuh di hutan-hutan jati atau kebun yang tidak dipelihara. Seperti halnya talas, suweg juga mengandung kristal kalsium oksalat yang membuat rasa gatal. Senyawa ini dapat dihilangkan dengan cara perlakuan dan perebusan. Umbinya dapat dipanen 8 – 10 bulan

4. Nama Daerah : Garut
Nama Ilmiah : Maranta arundinacea L
Deskripsi : anaman garut menyukai tumbuh pada tanah yang lembab dan di bawah naungan. Di Jawa Barat, garut dikenal dengan sebutan sagu atau irut. Umbinya banyak mengandung tepung pati yang sangat halus yang mudah dicerna

5. Nama Daerah : ganyong
Nama Ilmiah : Canna indica L.
Deskripsi : Seperti halnya dengan tanaman garut, ganyong umumnya tumbuh berumpun di bawah naungan antara lain: jati, bambu, pisang, biasanya ditanam secara tumpang sari namun belum secara intesif. Umumnya, hasilnya untuk konsumsi keluarga saja. Dikenal 2 macam ganyong yaitu ganyong berdaun merah dan berdaun putih, meskipun umbinya berwarna putih dan mempunyai rasa yang sama. Di Jawa Barat ganyong dikenal dengan nama ganyol.

6. Nama Daerah : Gadung
Nama Ilmiah : Dioscorea hispida Dennst.
Deskripsi : daunnya yang terdiri dari 3 helai daun dan batangnya yang berbulu dan berduri tersebar sepanjang batang dan tangkai daun. Umbinya berwarna coklat muda, diliputi rambut-rambut akar yang besar dan kaku. Umbi gadung tidak dapat dikonsumi secara langsung karena beracun sehingga harus diberi perlakuan tertentu sebelum diolah. Produk hasil olahan biasanya berupa kripik gadung. Dari pengamatan di pasar tradisional di beberapa daerah diketahui produk kripik gadung baik mentah maupun matang telah jarang dijumpai, tampaknya telah didominasi oleh kripik kentang.
Foto-foto (beri keterangan foto) :

7. Nama Daerah : Uwi
Nama Ilmiah : Dioscorea spp
Deskripsi : Ada beberapa varietas dari uwi dan penamaannya di tiap daerah juga berbeda-beda. Di daerah Wonosari (Yogyakarta) dan desa Poncokusumo (Malang-Jawa Timur), terdapat varietas uwi putih dan uwi ungu (“gadung” dalam bahasa JawaTimur). Di Kutowinangun (Jawa Tengah), dikenal yang namanya uwi bangkulit (kulit luarnya berwarna merah “abang” dalam bahasa Jawa Tengah), sedangkan di daerah Garut dikenal varietas huwi manis/kalapa (karena rasanya manis seperti kelapa) dan huwi hideung (karena warna hitam. “”hideung” hitam dalama bahasa Sunda). Umbi uwi ini biasanya dipanen sekitar umur 6-8 bulan. Pemanfaatan uwi sebagai sumber bahan pangan biasanya hanya sebatas dikonsumsi sebagai pengganti nasi dengan cara dikukus

8. Nama Daerah : Gembili/mbili
Nama Ilmiah : Dioscorea esculenta (Lour.) Burkill
Deskripsi : enis ini merupakan salah satu yang dibudidayakan dan jarang ditemukan tumbuh liar. Umumnya ditanam secara terbatas di pekarangan rumah. Umbinya berwarna putih sampai putih kekuningan dan pemanfaataannya sebatas dikonsumsi dengan cara dikukus sebagai pengganti makanan pokok. Umbi gembili banyak dijual di pasar-pasar tradisional di Jawa Tengah .umbinya kecil-dan daging umbinya berwarna putih.

9. Nama Daerah : Talas
Nama Ilmiah : Colocasia sp
Deskripsi : tumbuh nya berkelopmk, tinggi max ½ m atu mungkin bias lebih.
Daun hijau tangkai berwarna kecoklatan, dimbalim umbinya.

10. Nama Daerah : Kimpul
Nama Ilmiah : anthosoma nigrum (Vell.) Mansfeld
Deskripsi : Tanaman tumbuh berkelompok/meyebar dengan merambat ,; Daun berwarna hijau sampai hijau tua, daun tunggal, tumbuhan talas yg umbinya kecil-kecil, kulitnya berwarna hitam. Daging umbinya berwarna putih.




KIMIA LINGKUNGAN


KIMIA LINGKUNGAN

DEFINISI
Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari pengaruh dari bahan kimia terhadap lingkungan.

KETENTUAN
Kimia lingkungan mempelajari zat-zat kimia yang penggunaannya dapat menguntungkan dibidang kemajuan teknologi tetapi hasil-hasil sampingannya merugikan, serta cara pencegahannya.

1. Pencemaran Udara
a.Gas karbon monoksida, CO
b. Gas-gas nitrogen oksida, NOx
c. Gas hidrokarbon, CH
d. Gas belerang oksida, SOx
e. Partikulat-partikulat (padat dan cair)

2 Pencemaran AIR
a) Bahan pencemar organik, baik yang dapat mengalami penguraian oleh mikroorganisme maupun yang tidak dapat mengalami penguraian.
b) Bahan pencemar anorganik, dapat berupa logam-logam berat, mineral (garam-garam anorganik seperti sulfat, fosfat, halogenida, nitrat)

c) Bahan pencemar berupa sedimen/endapan tanah atau lumpur.
d) Bahan pencemar berupa zat radioaktif
e) Bahan pencemar berupa panas

3. Pencemaran Tanah
a. Sampah rumah tangga, sampah pasar dan sampah rumah sakit.
b. Gunung berapi yang meletus/kendaraan bermotor.
c. Limbah industri, dan pertanian
d. Limbah reaktor atom/PLTN.

Pencemaran Udara
Udara di alam ini tidak pernah ditemukan dalam keadaan bersih, hal initerjadi karena kegiatan alam (terjadi secara alami), maupun karena ulah ataukegiatan/aktivitas manusia misalnya gas-gas CO, gas SO2 dan H2S yang dihasilkan melalui kegiatan gunung berapi, terjadinya pelapukan tumbuhtumbuhandan kebakaran hutan, yang terus-menerus masuk ke dalam atmosfer (udara). Selain gas-gas tersebut ada pula partikulat-partikulat padat dan cair yang dihasilkan oleh ledakan gunung berapi atau gangguan lain yangdibawa hembusan angin masuk ke dalam atmosfer. Di samping gas-gas dan partikulat-partikulat padat dan cair yang dihasilkan secara alami, masih diperoleh juga gas-gas dan partikulat-partikulat lain yang diperoleh dari hasil kegiatan manusia sebagai hasil proses kimiawi ataupun proses biologis.

Zat-zat Pencemar dan Pencemaran Udara
     Adanya gas-gas dan partikulat-partikulat tersebut, baik yang diperoleh secara alami dari gunung berapi, pelapukan tumbuh-tumbuhan, ledakan gunung berapi dan kebakaran hutan, maupun yang diperoleh dari kegiatan manusia ini akan mengganggu siklus yang ada di udara dan dengan sendirinya akan mengganggu sistem keseimbangan dinamik di udara, sehingga dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara.
Gas-gas CO, SO2, H2S, partikulat padat dan partikulat cair yang dapat mencemari udara secara alami ini disebut bahan pencemar udara alami, sedangkan yang dihasilkan karena kegiatan manusia disebut bahan pencemar buatan.

   Untuk kepentingan kesejahteraan makhluk hidup di alam semesta ini telah terjadi sistem keseimbangan      dinamik melalui berbagai macam siklus yang telah diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu contoh adalah siklus nitrogen dan siklus karbon.
Bahan pencemar yang dihasilkan oleh kegiatan manusia ini konsentrasinya relatif lebih tinggi dibandingkan dengan yang sudah ada di udara, terjadi secara alami, sehingga dapat mengganggu sistem kesetimbangan dinamik di udara dan dengan demikian dapat mengganggu kesejahteraan manusia dan lingkungannya.
Sumber bahan pencemar udara ada lima macam yang merupakan penyebab utama (sekitar 90%) terjadinya pencemaran udara global di seluruh dunia yaitu:
a. Gas karbon monoksida, CO
b. Gas-gas nitrogen oksida, NOx
c. Gas hidrokarbon, CH
d. Gas belerang oksida, SOx
e. Partikulat-partikulat (padat dan cair)

Gas karbon monoksida merupakan bahan pencemar yang paling banyak terdapat di udara, sedangkan bahan pencemar berupa partikulat (padat maupun cair) merupakan bahan pencemar yang sangat berbahaya .

a. Gas karbon monoksida, CO
Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak
berbau, tidak mempunyai rasa, titik didih –192º C, tidak larut dalam air dan beratnya 96,5% dari berat udara.

Reaksi-reaksi yang menghasilkan gas karbon monoksida antara lain:
Pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar atau senyawasenyawa
karbon lainnya:
2 C + O2 2 CO
Reaksi antara gas karbon dioksida dengan karbon dalam proses industri yang terjadi dalam tanur:
CO2 + C 2 CO
Penguraian gas karbon dioksida pada suhu tinggi:
2 CO2 2 CO + O2

Gas karbon monoksida yang dihasilkan secara alami yang masuk ke atmosfer lebih sedikit bila dibandingkan dengan yang dihasilkan dari kegiatan manusia.
b. Gas-gas Nitrogen oksida, NOx
Gas-gas Nitrogen oksida yang ada di udara adalah Nitrogen monoksida NO, dan Nitrogen dioksida NO2 termasuk bahan pencemar udara. Gas Nitrogen monoksida tidak berwarna, tidak berbau, tetapi gas nitrogen dioksida berwarna coklat kemerahan dan berbau tajam dan menyebabkan orang menjadi lemas.
Reaksi-reaksi yang menghasilkan gas NO dan NO2 antara lain: (1210 – 1765)ºC
2 N + O2 2 NO
2 NO + O2 2 NO2

c. Hidrokarbon CH
Sumber terbesar senyawa hidrokarbon adalah tumbuhtumbuhan. Gas metana CH4 adalah senyawa hidrokarbon yang banyak dihasilkan dari penguraian senyawa organik oleh bakteri anaerob yang terjadi dalam air, dalam tanah dan dalam sedimen yang masuk ke dalam lapisan atmosfer:

(CH2O)n CO2 + CH4

d. Gas-gas belerang oksida SOx
Gas belerang dioksida SO2 tidak berwarna, dan berbau sangat tajam. Gas belerang dioksida dihasilkan dari pembakaran senyawasenyawa yang mengandung unsur belerang. Gas belerang dioksida SO2 terdapat di udara biasanya bercampur dengan gas belerang trioksida SO3 dan campuran ini diberi simbol sebagai SOx.
S + O2 SO2
2 SO2 + O2 SO3

e. Partikulat
Yang dimaksud dengan partikulat adalah berupa butiran-butiran kecil zat padat dan tetes-tetes air. Partikulat-partikulat ini banyak terdapat dalam lapisan atmosfer dan merupakan bahan pencemar udara yang sangat berbahaya.

Terjadinya pencemaran udara
Kelembaban udara bergantung pada konsentrasi uap air, dan H2O yang berbeda-beda konsentrasinya di setiap daerah. Kondisi udara di dalam atmosfer tidak pernah ditemukan dalam keadaan bersih, melainkan sudah tercampur dengan gas-gas lain dan partikulat-partikulat yang tidak kita perlukan. Gas-gas dan partikulat-partikulat yang berasal dari aktivitas alam dan juga yang dihasilkan dari aktivitas manusia ini terus-menerus masuk ke dalam udara dan mengotori/mencemari udara di lapisan atmosfer khususnya lapisan troposfer. Apabila bahan pencemar tersebut dari hasil pengukuran dengan parameter yang telah ditentukan oleh WHO konsentrasi bahan pencemarnya melewati ambang batas (konsentrasi yang masih bisa diatasi), maka udara dinyatakan dalam keadaan tercemar. Pencemaran udara terjadi apabila mengandung satu macam atau lebih bahan pencemar diperoleh dari hasil proses kimiawi seperti gas-gas CO, CO2, SO2, SO3, gas dengan konsentrasi tinggi atau kondisi fisik seperti suhu yang sangat tinggi bagi ukuran manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Adanya gas-gas tersebut dan partikulat-partikulat dengan konsentrasi melewati ambang batas, maka udara di daerah tersebut dinyatakan sudah tercemar. Dengan menggunakan parameter konsentrasi zat pencemar dan waktu lamanya kontak antara bahan pencemar atau polutan dengan lingkungan (udara), WHO menetapkan empat tingkatan pencemaran sebagai berikut:
Pencemaran tingkat pertama : yaitu pencemaran yang tidak menimbulkan kerugian bagi manusia.
Pencemaran tingkat kedua : yaitu pencemaran yang mulai menimbulkan kerugian bagi manusia seperti terjadinya iritasi pada indra kita.
Pencemaran tingkat ketiga : yaitu pencemaran yang sudah dapat bereaksi pada faal tubuh dan menyebabkan terjadinya penyakit yang kronis.
Pencemaran tingkat keempat: yaitu pencemaran yang telah menimbulkan sakit akut dan kematian bagi manusia maupun hewan dan tumbuh-tumbuhan.

Asap kendaraan bermotor salah satu sumber pencemaran udara

Cara penanggulangannya:
Untuk dapat menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan beberapa usaha antara lain: mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan gas karbon monoksida dan diusahakan pula agar pembakaran yang terjadi berlangsung secara sempurna, selain itu pengolahan/daur ulang atau penyaringan limbah asap industri, penghijauan untuk melangsungkan proses fotosintesis (taman bertindak sebagai paru-paru kota), dan tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan, serta melakukan reboisasi/penanaman kembali pohonpohon pengganti yang penting adalah untuk membuka lahan tidak dilakukan pembakaran hutan, melainkan dengan cara mekanik.

Dampak negatif dan dampak positif
    Di atas telah dipelajari bahwa pencemaran udara dapat memberikan dampak negatif bagi makhluk hidup, manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Kebakaran hutan dan gunung api yang meletus menyebabkan banyak hewan yang kehilangan tempat berlindung, banyak hewan dan tumbuhan mati bahkan punah. Gas-gas oksida belerang (SO2 dan SO3) bereaksi dengan uap air, dan air hujan dapat menyebabkan terjadinya hujan asam yang dapat merusak gedung-gedung, jembatan, patung-patung sehingga mengakibatkan tumbuhan mati atau tidak bisa tumbuh. Gas karbon monoksida bila terhisap masuk ke dalam paru-paru bereaksi dengan haemoglobin menyebabkan terjadinya keracunan darah dan masih banyak lagi dampak negatif yang disebabkan oleh pencemaran udara.
    Pencemaran udara selain memberikan dampak negatif, juga dapat memberikan dampak positif antara lain, lahar dan partikulat-partikulat yang disemburkan gunung berapi yang meletus, bila sudah dingin menyebabkan tanah menjadi subur, pasir dan batuan yang dikeluarkan gunung berapi yang meletus dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Gas karbon monoksida bila bereaksi dengan oksigen di udara menghasilkan gas karbon dioksida bisa dimanfaatkan bagi tumbuh-tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis untuk menghasilkan karbohidrat yang sangat berguna bagi makhluk hidup.

Pencemaran air.
     Air terdapat di mana-mana, sekitar 97 % air di bumi kita ini terdapat di laut/lautan yang sudah tercampur dengan bermacam-macam garam sebagai pencemar, 1,3 % berupa air tawar/segar (antara lain es yang berada di kutub), air permukaan tanah (air sungai, air danau, air selokan, air payau), air tanah (air sumur, air artetis, kantung-kantung air dalam tanah), air di atmosfer (kabut, awan). Air tersebut kondisinya belum tentu bersih, melainkan sudah tercampur dengan bermacam-macam kotoran bergantung pada daerah tempat sumber air itu berada dan pada daerah yang dilaluinya.

Sumber dan Macam Bahan Pencemar Air
    Pencemaran air terjadi apabila dalam air terdapat berbagai macam zat atau kondisi (misal Panas) yang dapat menurunkan standar kualitas air yang telah ditentukan, sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu. Suatu sumber air dikatakan tercemar tidak hanya karena tercampur dengan bahan pencemar, akan tetapi apabila air tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan tertentu, Sebagai contoh suatu sumber air yang mengandung logam berat atau mengandung bakteri penyakit masih dapat digunakan untuk kebutuhan industri atau sebagai pembangkit tenaga listrik, akan tetapi tidak dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga (keperluan air minum, memasak, mandi dan mencuci).

Sumber penyebab terjadinya Pencemaran Air
     Ada beberapa penyebab terjadinya pencemaran air antara lain apabila air terkontaminasi dengan bahan pencemar air seperti sampah rumah tangga, sampah lembah industri, sisa-sisa pupuk atau pestisida dari daerah pertanian, limbah rumah sakit, limbah kotoran ternak, partikulat-partikulat padat hasil kebakaran hutan dan gunung berapi yang meletus atau endapan hasil erosi tempat-tempat yang dilaluinya.

Bahan Pencemar air
    Pada dasarnya Bahan Pencemar Air dapat dikelompokkan menjadi:
a) Sampah yang dalam proses penguraiannya memerlukan oksigen yaitu sampah yang mengandung senyawa organik, misalnya sampah industri makanan, sampah industri gula tebu, sampah rumah tangga (sisa-sisa makanan), kotoran manusia dan kotoran hewan, tumbuhtumbuhan dan hewan yang mati. Untuk proses penguraian sampahsampah tersebut memerlukan banyak oksigen, sehingga apabila sampah-sampah tersbut terdapat dalam air, maka perairan (sumber air) tersebut akan kekurangan oksigen, ikan-ikan dan organisme dalam air akan mati kekurangan oksigen. Selain itu proses penguraian sampah yang mengandung protein (hewani/nabati) akan menghasilkan gas H2S yang berbau busuk, sehingga air tidak layak untuk diminum atau untuk mandi.

b) Bahan pencemar penyebab terjadinya penyakit, yaitu bahan pencemar yang mengandung virus dan bakteri misal bakteri coli yang dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan (disentri, kolera, diare, types) atau penyakit kulit. Bahan pencemar ini berasal dari limbah rumah tangga, limbah rumah sakit atau dari kotoran hewan/manusia.

c) Bahan pencemar senyawa anorganik/mineral misalnya logam-logam berat seperti merkuri (Hg), kadmium (Cd), Timah hitam (pb), tembaga (Cu), garam-garam anorganik. Bahan pencemar berupa logam-logam berat yang masuk ke dalam tubuh biasanya melalui makanan dan dapat tertimbun dalam organ-organ tubuh seperti ginjal, hati, limpa saluran pencernaan lainnya sehingga mengganggu fungsi organ tubuh tersebut.
d) Bahan pencemar organik yang tidak dapat diuraikan oleh Mikroorganisme yaitu senyawa organik berasal dari pestisida, herbisida, polimer seperti plastik, deterjen, serat sintetis, limbah industri dan limbah minyak. Bahan pencemar ini tidak dapat dimusnahkan oleh mikroorganisme, sehingga akan menggunung dimana-mana dan dapat mengganggu kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup.
e) Bahan pencemar berupa pupuk tumbuh-tumbuhan seperti senyawa nitrat, senyawa fosfat dapat menyebabkan tumbuhnya alga (ganggang) dengan pesat sehingga menutupi permukaan air. Selain itu akan mengganggu ekosistem air, mematikan ikan dan organisme dalam air, karena kadar oksigen dan sinar matahari berkurang. Hal ini disebabkan oksigen dan sinar matahari yang diperlukan organisme dalam air (kehidupan akuatik) terhalangi dan tidak dapat masuk ke dalam air.
f) Bahan pencemar berupa zat radioaktif, dapat menyebabkan penyakit kanker, merusak sel dan jaringan tubuh lainnya. Bahan pencemar ini berasal dari limbah PLTN dan dari percobaan-percobaan nuklir lainnya.
g) Bahan pencemar berupa endapan/sedimen seperti tanah dan lumpur akibat erosi pada tepi sungai atau partikulat-partikulat padat/lahar yang disemburkan oleh gunung berapi yang meletus, menyebabkan air menjadi keruh, masuknya sinar matahari berkurang, dan air kurang mampu mengasimilasi sampah.
h) Bahan pencemar berupa kondisi (misalnya panas), berasal dari limbah pembangkit tenaga listrik atau limbah industri yang menggunakan air sebagai pendingin. Bahan pencemar panas ini menyebabkan suhu air meningkat tidak sesuai untuk kehidupan akuatik (organisme, ikan dan tanaman dalam air). Tanaman, ikan dan organisme yang mati ini akan terurai menjadi senyawa-senyawa organik. Untuk proses penguraian senyawa organik ini memerlukan oksigen, sehingga terjadi penurunan kadar oksigen dalam air.


Secara garis besar bahan pencemar air tersebut di atas dapat dikelompokkan menjadi:
d) Bahan pencemar organik, baik yang dapat mengalami penguraian oleh mikroorganisme maupun yang tidak dapat mengalami penguraian.
e) Bahan pencemar anorganik, dapat berupa logam-logam berat, mineral (garam-garam anorganik seperti sulfat, fosfat, halogenida, nitrat)
f) Bahan pencemar berupa sedimen/endapan tanah atau lumpur.
d) Bahan pencemar berupa zat radioaktif
e) Bahan pencemar berupa panas

Parameter dan standar kualitas air
    Telah Anda ketahui bahwa sumber air dikatakan tercemar apabila mengandung bahan pencemar yang dapat mengganggu kesejahteraan makhluk hidup (hewan, manusia, tumbuh-tumbuhan) dan lingkungan. Akan tetapi air yang mengandung bahan pencemar tertentu dikatakan tercemar untuk keperluan tertentu, misalnya untuk keperluan rumah tangga belum tentu dapat dikatakan tercemar untuk keperluan lain. Dengan demikian standar kualitas air untuk setiap keperluan akan berbeda, bergantung pada penggunaan air tersebut, untuk keperluan rumah tangga berbeda dengan standar kualitas air untuk keperluan lain seperti untuk keperluan pertanian, irigasi, pembangkit tenaga listrik dan keperluan industri. Dengan demikian tentunya parameter yang digunakan pun akan berbeda pula.
Sesuai dengan bahan pencemar yang terdapat dalam sumber air, maka parameter yang biasa digunakan untuk mengetahui standar kualitas air pun berdasarkan pada bahan pencemar yang mungkin ada, antara lain dapat dilihat dari:
a) warna, bau, dan/atau rasa dari air.
b) Sifat-sifat senyawa anorganik (pH, daya hantar spesifik, daya larut oksigen, daya larut garam-garam dan adanya logam-logam berat).
c) Adanya senyawa-senyawa organik yang terdapat dalam sumber air (misal CHCl3, fenol, pestisida, hidrokarbon).
d) Keradioaktifan misal sinar ß.
e) Sifat bakteriologi (misal bakteri coli, kolera, disentri, typhus dan masih banyak lagi).

Pengaruh Pencemaran Air terhadap Kehidupan Akuatik,
    Pengaruh pencemaran air terhadap kehidupan akuatik Bahan macam makhluk yang hidup dalam air antara lain bermacam-macam ikan, buaya, penyu, katak, mikroorganisme, ganggang, tanaman air dan lumut. Kesemuanya termasuk dalam kehidupan akuatik. Apabila sumber air tempat kehidupan akuatik tercemar, maka siklus makanan dalam air terganggu dan ekosistem air/kehidupan akuatik akan terganggu pula. Misal organisme yang kecil/lemah seperti plankton banyak yang mati karena banyak keracunan bahan tercemar, ikan-ikan kecil pemakan plankton banyak yang mati karena kekurangan makanan, demikian pula ikan-ikan yang lebih besar pemakan ikan-ikan kecil bila kekurangan makanan akan mati. Kehidupan akuatik dapat pula terganggu karena:
a) Perairan kekurangan kadar oksigen atau sinar matahari yang disebabkan air menjadi keruh oleh pencemaran tanah/lumpur.
b) Permukaan perairan tertutup oleh lapisan bahan pencemar minyak atau busa deterjen, sehingga sinar matahari dan oksigen yang diperlukan untuk kehidupan akuatik tidak dapat menembus permukaan air masuk ke dalam air.
c) Berkurang/habisnya kadar oksigen dalam proses pengairan bahan pencemar senyawa organik.
d) Permukaan air tertutup oleh tanaman air seperti enceng gondok sebagai bahan pencemar yang tumbuh subur oleh adanya bahan pencemar berupa makanan penyubur tanaman seperti senyawasenyawa fosfat, nitrat.
e) Peningkatan suhu air karena adanya bahan pencemar panas dari industri-industri yang menggunakan air sebagai pendingin, atau sebagai air bangunan dari pembangkit tenaga listrik.

3. Pengaruh pencemaran air terhadap hewan, tumbuh-tumbuhan dan tubuh manusia
       Diantara sekian banyak bahan pencemar air ada yang beracun dan berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Telah anda pelajari bahwa bahan pencemar air antara lain ada yang berupa logam-logam berat seperti arsen (As), kadmium (Cd), berilium (Be), Boron (B), tembaga (Cu), fluor (F), timbal (Pb), air raksa (Hg), selenium (Se), seng (Zn), ada yang berupa oksida-oksida karbon (CO dan CO2), oksidaoksida nitrogen (NO dan NO2), oksida-oksida belerang (SO2 dan SO3), H2S, asam sianida (HCN), senyawa/ion klorida, partikulat padat seperti asbes, tanah/lumpur, senyawa hidrokarbon seperti metana, dan heksana. Bahan-bahan pencemar ini terdapat dalam air, ada yang berupa larutan ada pula yang berupa partikulat-partikulat, yang masuk melalui bahan makanan yang terbawa ke dalam pencernaan atau melalui kulit. Bahan pencemar unsur-unsur di atas terdapat dalam air di alam ataupun dalam air limbah. Walaupun unsur-unsur diatas dalam jumlah kecil esensial/diperlukan dalam makanan hewan maupun tumbuhtumbuhan, akan tetapi apabila jumlahnya banyak akan bersifat racun. Air merupakan kebutuhan primer bagi kehidupan di muka bumi terutama bagi manusia. Oleh karena itu apabila air yang akan digunakan mengandung bahan pencemar akan mengganggu kesehatan manusia, menyebabkan keracunan bahkan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian apabila bahan pencemar itu tersebut menumpuk dalam jaringan tubuh manusia.
Bahan pencemar yang menumpuk dalam jaringan organ tubuh dapat meracuni organ tubuh tersebut, sehingga organ tubuh tidak dapat berfungsi lagi dan dapat menyebabkan kesehatan terganggu bahkan dapat sampai meninggal. Selain bahan pencemar air seperti tersebut di atas ada juga bahan pencemar berupa bibit penyakit (bakteri/virus) misalnya bakteri coli, disentri, kolera, typhus, para typhus, lever, diare dan bermacam macam penyakit kulit. Bahan pencemar ini terbawa air permukaan seperti air sungai dari buangan air rumah tangga, air buangan rumah sakit, yang membawa kotoran manusia atau kotoran hewan.

4. Penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran air dan pengolahan limbah
       Penanggulangan terjadinya pencemaran air
Untuk mencegah agar tidak terjadi pencemaran air, dalam aktivitas kita dalam memenuhi kebutuhan hidup hendaknya tidak menambah terjadinya bahan pencemar antara lain tidak membuang sampah rumah tangga, sampah rumah sakit, sampah/limbah industri secara sembarangan, tidak membuang ke dalam air sungai, danau ataupun ke dalam selokan. Tidak menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan, karena sisa pupuk dan pestisida akan mencemari air di lingkungan tanah pertanian. Tidak menggunakan deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air. Tidak membuang limbah logam berat ke sembarang tempat
Pencemaran air yang telah terjadi secara alami misalnya adanya jumlah logam-logam berat yang masuk dan menumpuk dalam tubuh manusia, logam berat ini dapat meracuni organ tubuh melalui pencernaan karena tubuh memakan tumbuh-tumbuhan yang mengandung logam berat meskipun diperlukan dalam jumlah kecil.
Penumpukan logam-logam berat ini terjadi dalam tumbuh-tumbuhan karena terkontaminasi oleh limbah industri. Untuk menanggulangi agar tidak terjadi penumpukan logam-logam berat, maka limbah industri hendaknya dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Proses pencegahan terjadinya pencemaran lebih baik daripada proses penanggulangan terhadap pencemaran yang telah terjadi.

Pengolahan limbah
   Limbah industri sebelum dibuang ke tempat pembuangan, dialirkan ke sungai atau selokan hendaknya dikumpulkan di suatu tempat yang disediakan, kemudian diolah, agar bila terpaksa harus dibuang ke sungai tidak menyebabkan terjadinya pencemaran air.
Bahkan kalau dapat setelah diolah tidak dibuang ke sungai melainkan dapat digunakan lagi untuk keperluan industri sendiri.
Sampah padat dari rumah tangga berupa plastik atau serat sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dipisahkan, kemudian diolah menjadi bahan lain yang berguna, misalnya dapat diolah menjadi keset. Sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian kalau sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk.


FUNGISIDA
• 1. Fungisida Pelindung (non-systemic)
• Fungisida mineral (tembaga, belerang organik)
• Senyawa organik : Clorophenols, dithiocarbamates & pthalimides
• Minyak (misalnya : minyak parafin C20 - C25)
Tembaga: bubur Bordeaux
3Cu(OH)₂ Cu(Cl)₂
Ditiokarbamat contoh Manep
[-SCSNHCH₂CH₂NHCS₂Mn-]x

• 2. Fungisida Systemic
• Target specifik metabolic ( tidak semua)
• Contoh:
• Metalaxyl mengacau sintesis RNA inti jamur untuk Oomycetes (misal : Phytophthora)
• Oxathiins (misal: flutolanil) inhibitor enzim pernafasan utk Basidiomycetes
• Validamycin A (antibiotik)untuk Rhizoctonia solanii
• Isue utama : Resistensi
• Metalaxyl : Mengacau sintesis RNA inti fungi
• Resiko Fungisida: Resistensi
• Fungisida resiko resistensi rendah
Senyawa pelindung (misal: copper, sulfur, dithiocarbamates)
• Fungisida resiko resistensi Sedang
Interaksi dengan beberapa gen, ( SBIs, triazol)
• Fungisida resiko resistensi Tinggi
Resistensi dikendalikan oleh gen tunggal, misalnya: benzimidazoles, strobilurins)
• Managemen Resistensi Fungisida
• Penggunaan minimal
• Golongan senyawa dirotasi
• Gunakan fungisida campuran
• Alternatif penanganan (agen biologis)
Rodentisida
Zat pembunuh hewan mengerat ( tikus, dll)
• Jenis Senyawa Rodentisida
• 1. Anticoagulant
• 2. Cholecalciferol
• 3. Zinc or aluminum phosphide
• 4. Strychnine
• antikoagulan
• 1. Singkat —Warfarin
• 2. lama ---Diphacenone,Bromadiolone,
Pindone
Cholecalciferal (vitamin D3)
7-dehydrocholesterol
Peningkatan reabsorpsi calsium di
ginjal
• Zink Fosfida
• Strychnine (indole alkaloid)
PESTISIDA DALAM LINGKUNGAN DAN TUBUH
Pestisida yang disemprotkan ke tanaman akan mengalami perjalanan sesuai dengan sifat pestisida dan kondisi lingkungan yang ada.

• Pestisida Menguap
Pestisida akan menguap dan menuju ke udara. Uap ini juga bisa masih bersifat racun yang dapat meracuni manusia hewan tumbuhan dan organisme hidup lainnya.
• Pestisida terakumulasi dalam tanaman
Pestisida yang terakumulasi dalam tanaman akan masih tinggal dalam tanaman selama waktu tertentu. Jika tanaman dipanen maka manusia akan mengkonsumsi residu pestisida yang masih ada.
• Pestisida Mengalir dalam air permukaan
• Pestisida akan mengalir dipermukaan dan bisa mengganggu kehidupan di air seperti sungai, laut, dll
• Strategi Mengurangi Resiko Penggunaan Pestisida
 Mengurangi pengguaan
 Mengurangi paparan
 Mencari Alternatif (Penanganan terpadu)
 Hati-hati dalam penggunaan lokal dan global

Pengendalian OPT SecaraTerpadu
- Fokus – Pencegahan problem OPT jangka panjang
- Mengurangi atau mengeliminasi metode pengendalian kimia
- Memonitor keberadaan OPT sebelum penganan
- strategi nonkimia (membuat habitat yang tidak menarik, pengendalian fisik)
- Pelajari OPT
• Masuknya Pestisida ke dalam Tubuh
- Pernafasan
- Mulut
- Kulit terluka
• Pengeluaran Pestisid
• Feses
• Urine
• Air mata
• Keringath
• Air Lud
• Akumulasi Pestisida
• Darah
• Hati
• Ginjal
• Jaringan Lemak
• Tulang
• Sumber perstisida
- Penggunaan di sawah, kebun dan halaman, dan di rumah
- Suplai pangan
- Suplai air
- Kecelakaan makan

PENCEMARAN TANAH
   Pencemaran Tanah mempunyai hubungan yang erat baik dengan pencemaran udara maupun dengan pencemaran air. Bahan Pencemar yang terdapat di udara larut dan terbawa oleh air hujan, jatuh ke tanah sehingga menimbulkan pencemaran tanah. Demikian pula bahan pencemar dalam air permukaan tanah (air sungai, air selokan, air danau dan air payau) dapat masuk ke dalam tanah dan dapat menyebabkan Pencemaran Tanah. Dengan demikian maka Lingkungan Hidup yang paling banyak dan mudah tercemar adalah Tanah.
    Tanah yang dimaksud adalah bagian permukaan bumi yang dihuni oleh banyak makhluk hidup terutama manusia, tumbuh-tumbuhan bermacam-macam hewan dan mikroorganisme. Selain itu di dalam tanah ini juga terdapat air dan udara.

1) Sumber Bahan Pencemar Tanah
    Karena pencemar tanah mempunyai hubungan erat dengan pencemaran udara dan pencemaran air, makan sumber pencemar udara dan sumber pencemar air pada umumnya juga merupakan sumber pencemar tanah. Sebagai contoh gas-gas oksida karbon, oksida nitrogen, oksida belerang yang menjadi bahan pencemar udara yang larut dalam air hujan dan turun ke tanah dapat menyebabkan terjadinya hujan asam sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran pada tanah. Air permukaan tanah yang mengandung bahan pencemar misalnya tercemari zat radioaktif, logam berat dalam limbah industri, sampah rumah tangga, limbah rumah sakit, sisa-sisa pupuk dan pestisida dari daerah pertanian, limbah deterjen, akhirnya juga dapat menyebabkan terjadinya pencemaran pada tanah daerah tempat air permukaan ataupun tanah daerah yang dilalui air permukaan tanah yang tercemar tersebut.
Dari pembahasan tersebut di atas, maka sumber bahan pencemar tanah dapat dikelompokkan juga menjadi sumber pencemar yang berasal dari:
a. Sampah rumah tangga, sampah pasar dan sampah rumah sakit.
b. Gunung berapi yang meletus/kendaraan bermotor.
c. Limbah industri, dan pertanian
d. Limbah reaktor atom/PLTN.

2) Komponen Bahan Pencemar Tanah
       Komponen-komponen bahan pencemar yang diperoleh dari sumber-sumber bahan pencemar tersebut di atas antara lain berupa:
a) Senyawa organik yang dapat membusuk karena diuraikan oleh mikroorganisme, seperti sisa-sisa makanan, daun, tumbuh-tumbuhan dan hewan yang mati.
b) Senyawa organik dan senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan/ diuraikan oleh mikroorganisme seperti plastik, serat, keramik, kaleng-kaleng dan bekas bahan bangunan, menyebabkan tanah menjadi kurang subur.
c) Pencemar Udara berupa gas yang larut dalam air hujan seperti oksida nitrogen (NO dan NO2), oksida belerang (SO2 dan SO3), oksida karbon (CO dan CO2), menghasilkan hujan asam yang akan menyebabkan tanah bersifat asam dan merusak kesuburan tanah/ tanaman.
d) Pencemar berupa logam-logam berat yang dihasilkan dari limbah industri seperti Hg, Zn, Pb, Cd dapat mencemari tanah.
e) Zat radioaktif yang dihasilkan dari PLTN, reaktor atom atau dari percobaan lain yang menggunakan atau menghasikan zat radioaktif.

Cara pencegahan dan penanggulangan Bahan Pencemar Tanah
   Pencegahan dan penanggulangan merupakan dua tindakan yang tidak dapat dipisah-pisahkan dalam arti biasanya kedua tindakan ini dilakukan untuk saling menunjang, apabila tindakan pencegahan sudah tidak dapat dilakukan, maka dilakukan langkah tindakan. Namun demikian pada dasarnya kita semua sependapat bahwa tindakan pencegahan lebih baik dan lebih diutamakan dilakukan sebelum pencemaran terjadi, apabila pencemaran sudah terjadi baik secara alami maupun akibat aktivisas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baru kita lakukan tindakan penanggulangan.
Tindakan pencegahan dan tindakan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan macam bahan pencemar yang perlu ditanggulangi. Langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran antara lain dapat dilakukan sebagai berikut:

Langkah pencegahan
    Pada umumnya pencegahan ini pada prinsipnya adalah berusaha untuk tidak menyebabkan terjadinya pencemaran, misalnya mencegah/mengurangi terjadinya bahan pencemar, antara lain:
1) Sampah organik yang dapat membusuk/diuraikan oleh mikroorganisme antara lain dapat dilakukan dengan mengukur sampah-sampah dalam tanah secara tertutup dan terbuka, kemudian dapat diolah sebagai kompos/pupuk. Untuk mengurangi terciumnya bau busuk dari gas-gas yang timbul pada proses pembusukan, maka penguburan sampah dilakukan secara berlapis-lapis dengan tanah.
2) Sampah senyawa organik atau senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan oleh mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara membakar sampah-sampah yang dapat terbakar seperti plastik dan serat baik secara individual maupun dikumpulkan pada suatu tempat yang jauh dari pemukiman, sehingga tidak mencemari udara daerah pemukiman.
Sampah yang tidak dapat dibakar dapat digiling/dipotong-potong menjadi partikel-partikel kecil, kemudian dikubur.
3) Pengolahan terhadap limbah industri yang mengandung logam berat yang akan mencemari tanah, sebelum dibuang ke sungai atau ke tempat pembuangan agar dilakukan proses pemurnian.
4) Sampah zat radioaktif sebelum dibuang, disimpan dahulu pada sumursumur atau tangki dalam jangka waktu yang cukup lama sampai tidak berbahaya, baru dibuang ke tempat yang jauh dari pemukiman, misal pulau karang, yang tidak berpenghuni atau ke dasar lautan yang sangat dalam.
5) Penggunaan pupuk, pestisida tidak digunakan secara sembarangan namun sesuai dengan aturan dan tidak sampai berlebihan.
6) Usahakan membuang dan memakai detergen berupa senyawa organik yang dapat dimusnahkan/diuraikan oleh mikroorganisme.

Langkah penanggulangan
      Apabila pencemaran telah terjadi, maka perlu dilakukan penanggulangan terhadap pencemara tersebut. Tindakan penanggulangan pada prinsipnya mengurangi bahan pencemar tanah atau mengolah bahan pencemar atau mendaur ulang menjadi bahan yang bermanfaat. Tanah dapat berfungsi sebagaimana mestinya, tanah subur adalah tanah yang dapat ditanami dan terdapat mikroorganisme yang bermanfaat serta tidak punahnya hewan tanah. Langkah tindakan penanggulangan yang dapat dilakukan antara lain dengan cara:
1) Sampah-sampah organik yang tidak dapat dimusnahkan (berada dalam jumlah cukup banyak) dan mengganggu kesejahteraan hidup serta mencemari tanah, agar diolah atau dilakukan daur ulang menjadi barangbarang lain yang bermanfaat, misal dijadikan mainan anak-anak, dijadikan bahan bangunan, plastik dan serat dijadikan kesed atau kertas karton didaur ulang menjadi tissu, kaca-kaca di daur ulang menjadi vas kembang, plastik di daur ulang menjadi ember dan masih banyak lagi cara-cara pendaur ulang sampah.
2) Bekas bahan bangunan (seperti keramik, batu-batu, pasir, kerikil, batu bata, berangkal) yang dapat menyebabkan tanah menjadi tidak/kurang subur, dikubur dalam sumur secara berlapis-lapis yang dapat berfungsi sebagai resapan dan penyaringan air, sehingga tidak menyebabkan banjir, melainkan tetap berada di tempat sekitar rumah dan tersaring. Resapan air tersebut bahkan bisa masuk ke dalam sumur dan dapat digunakan kembali sebagai air bersih.
3) Hujan asam yang menyebabkan pH tanah menjadi tidak sesuai lagi untuk tanaman, maka tanah perlu ditambah dengan kapur agar pH asam berkurang.
Dengan melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran lingkungan hidup (pencemaran udara, pencemaran air dan pencemaran tanah) berarti kita melakukan pengawasan, pengendalian, pemulihan, pelestarian dan pengembangan terhadap pemanfaatan lingkungan) udara, air dan tanah) yang telah disediakan dan diatur oleh Allah sang pencipta, dengan demikian berarti kita mensyukuri anugerah-Nya.

Rangkuman
        Pencemaran tanah mempunyai hubungan erat dengan pencemaran udara dan pencemaran air, karena bahan pencemara udara yang masuk ke dalam tanah dapat menimbulkan pencemaran pada tanah. Demikian pula pencemaran air terutama air permukaan tanah pada akhirnya juga dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah.
Sumber-sumber pencemar udara dan pencemar air pada umumnya dapat menjadi sumber pencemar tanah, misalnya sampah rumah tangga, sampah pasar, sampah rumah sakit, gunung berapi dan kendaraan bermotor yang mengeluarkan gas pencemar. Selain itu adanya kegiatan yang menggunakan atau menghasilkan zat radioaktif, serta limbah industri yang menghasilkan logam-logam berat.
Komponen-komponen bahan pencemar yang dihasilkan dari sumbersumber pencemar antara lain senyawa organik, baik yang dapat diuraikan mikroorganisme (sisa makanan, daun, tanaman dan hewan yang mati), maupun yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme (plastik, serat, deterjen, pupuk, pestisida, herbisida).Selain itu dapat senyawa anorganik tidak dapat dimusnahkan (bekas bahan bangunan, keramik, kaca), zat radioaktif, logam-logam berat (Hg, Cd, Zn, Cu, Be), dan gas-gas beracun pencemar udara yang dapat larut dalam air hujan. (CO, CO2, SO2, SO3, NO, NO2, H2S).

     Cara pencegahan dan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran tanah dilakukan bersama-sama, kedua tindakan ini tidak dipisahpisahkan. Sebelum terjadinya pencemaran hendaknya sudah dapat diantisipasi kegiatan–kegiatan yang dapat menghasilkan bahan pencemar, sehingga dilakukan pencegahan. Hal ini dilakukan agar dapat mengurangi terjadinya pencemaran. Bahan pencemar yang tidak dapat dimusnahkan, misalnya sampah rumah tangga dapat dilakukan pengolahan atau daur ulang menjadi barang yang bermanfaat. Tindakan pencegahan dan penanggulangan terhadap pencemaran tanah berarti kita melakukan pengawasan, pemantauan, pengendalian, pemulihan, pengembangan dan pelestarian kondisi tanah, agar tanah dapat digunakan sesuai dengan fungsinya, antara lain subur untuk ditanami, aman bagi kehidupan mikroorganisme yang bermanfaat.

• Pest: Seluruh organisme yang secara langsung atau tidak langsung mengganggu aktivitas manusia.
• Pestisida, adalah zat yang dapat mencegah, menghancurkan, menolak, organisme pengganggu.
• Yang paling banyak digunakan
– Insecticides
– Herbicides
– Fungicides
– Rodenticides
• Alasan penggunaan pestisida
• Serangga merugikan 30 % hasil pertanian
• Alasan penggunaan pestisida:
Serangga juga membawa penyakit
• Pestisida Ideal
• Hanya membunuh organisme pengganggu sasaran
• Tidak mengganggu kesehatan manusia dan organisme lain
• Dapat dihancurkan menjadi senyawa kimia yang tidak bebahaya dalam waktu singkat
• Mencegah Perkembangan resistensi genetik organisme sasaran.
• Ekonomis.
INSEKTISIDA
• DDT
• DDT: pestisida yang hampir ideal
• Stabil, terdegradasi lambat
• Tidak mudah menguap
• Kelarutan dalam air rendah
• Cepat menetrasi ke lapisan lilin serangga
• Sifat racun rendah terhadap hewan, termasuk manusia.
• Sisi negatif DDT: Bioaccumulation
• Sisi negatif penggunaan DDT
• Serangga kebal DDT
• DDT analogs:
• Insektisida nonpersisten
• Cepat hancur, larut dan dilepaskan ke lingkungan.
• Dua golongan insektisida nonpersisten;
– Organophosphates
– Carbamates
• Keduanya juga neurotoksin
• Organophosphates
• Neurotransmitter: Acetylcholine
• Neurotransmitters adalah zat kimia yang mentransmit signals dari satu serabut syaraf ke serabut syaraf lain. Sekali impuls syaraf ditansmit, neurotransmitter hancur.
• Destruksi normal acetylcholine
• Penghambatan destruksi acetylcholine oleh organophosphates
• Perbedaan toksisitas parathion and malathion
• Carbamates
• Penghambatan enzim pemecah acetylcholine oleh insektisida carbamate
• Insektisida spektrum lebar dan spektrum sempit
• Insektisda spektrum lebar akan membunuh berbagai jenis serangga termasuk serangga yang menguntungkan
– Contoh pestisida golongan organochlorine dan kebanyakan organophosphates.
• Insektisida spektrum sempit hanya beracun terhadap beberapa tipe serangga.
Contoh: kebanyakan carbamates.
HERBISIDA
• Beberapa jenis herbisida
Herbisida tersebut relatif aman tetapi dalam jumlah besar dapat menyebabkan anak cacat lahir karena ada kandungan dioksin hasil samping pada proses pembuatannya.
Parakuat racun merusak paru
diquat jauh lebih tidak beracun
PESTISIDA DALAM LINGKUNGAN
Pestisida yang disemprotkan ke tanaman akan mengalami perjalanan sesuai dengan sifat pestisida dan kondisi lingkungan yang ada.

• Pestisida Menguap
Pestisida akan menguap dan menuju ke udara. Uap ini juga bisa masih bersifat racun yang dapat meracuni manusia hewan tumbuhan dan organisme hidup lainnya.
• Pestisida terakumulasi dalam tanaman
Pestisida yang terakumulasi dalam tanaman akan masih tinggal dalam tanaman selama waktu tertentu. Jika tanaman dipanen maka manusia akan mengkonsumsi residu pestisida yang masih ada.
• Pestisida Mengalir dalam air permukaan
• Pestisida akan mengalir dipermukaan dan bisa mengganggu kehidupan di air seperti sungai, laut, dll
• Pestisida teradsorpsi ke dalam tanah
• Di dalam tanah akan dapat terdegradasi oleh mikroorganisme, ataupun oleh bahan kimia ataupun secara fisik. Di dalam tanah juga dapat mengalami pelindian dan turun ke bawah sampai ke air tanah yang mungkin masih dapat mencemari karena belum terdegradasi.

Benih.padi,jagung, dan klonal.


produksi benih padi.

Persyaratan Lahan
• Lahan hendaknya merupakan bekas tanaman lain atau lahan
yang diberakan.
• Lahan dapat bekas tanaman padi tetapi varietas yang
ditanam sama, jika lahan bekas varietas lain hendaknya
yang mudah dibedakan dengan varietas yang akan ditanam.
• Ketinggian lahan disesuaikan dengan adaptasi tanaman.
• Lahan relatif subur, pH 5,4 – 6,0 dan memiliki lapisan keras
sedalam 30 cm agar sawah tidak lekas kering.

Persemaian
• Ukuran petak persemaian umumnya 5% dari luas lahan
penanaman, dengan ukuran lebar 1,2 – 1,5 m, ketinggian
15 – 20 cm, dan jarak antar petak persemaian 30 cm.
• Pemupukan petak semai yakni 20 g Urea + 10 g TSP + 6 g
KCl per m2.
• Benih sebelum disemai direndam selama 24 jam dan
diperam dalam media yang lembab selama 24 jam.
• Setelah diperam benih disebar merata di petak
persemaian, kira-kira 70 g pe meter, selanjutnya
permukaan lahan ditutup dengan jerami.
• Kondisi petak persemaian dipertahankan dalam kondisi
macak-macak.

Penyiapan Lahan Penanaman
• Tanaman padi lazimnya dibuahi sendiri, penyerbukan silang
dapat terjadi pada kisaran 0,1 – 4,0%. Untuk produksi benih
isolasi jarak minimal 3 m atau isolasi waktu 30 hari.
• Tanaman padi menghendaki tanah sawah yang berstruktur
lumpur dengan kedalaman 15 – 30 cm, yang dapat diperoleh
dengan cara :
a. Perendaman I selama 3-4 hari diikuti pembajakan ke-1
b. Perendaman II selama 2-3 hari diikuti pembajakan ke-2
c. Perendaman III selama 2-3 hari diikuti penggaruan ke-1
d. Perendaman IV selama 2-3 hari diikuti penggaruan ke-2
sambil meratakan permukaan lahan

Penanaman
• Jarak tanam dibuat 22 cm x 22 cm penanaman pada
musim kemarau atau 30 cm x 15 cm penanaman pada
musim hujan,
• Bibit padi siap pindah tanam pada umur 21 – 25 hari, dipilih
bibit yang sehat dan vigor.
• Penanaman sebanyak 2-3 bibit per rumpun dengan
kedalaman tanam 2-3 cm.
• Bibit yang tersisa dapat digunakan untuk penyulaman,
biasanya dilakukan pada umur 7 – 10 HST.

Pemupukan
• Pupuk yang digunakan adalah Urea 300 kg/ha, TSP 200
kg/ha dan KCl 100 kg/ha.
• Sepertiga bagian Urea + TSP + KCl diberikan saat tanam.
• Pemupukan susulan I diberikan 3-4 MST dengan 1/3
bagian Urea dan pemupukan susulan II diberikan 7 MST
dengan 1/3 bagian Urea.
• Pada saat pemupukan, kondisi tanah dibuat macak-macak
dan dibiarkan selama 3 hari.

Pemeliharaan
• Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur 21 dan 45
HST. Bila dibutuhkan penyiangan dilakukan lagi ada umur 50-60
HST.
Penyiangan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan
pemupukan susulan untuk efisiensi waktu dan efektivitas
pemupukan.
• Pengairan
Pada awal fase pertumbuhan, pengairan sedikit demi sedikit
hingga air mencapai 7-10 cm.
Pada fase pembentukan anakan genangan air dipertahankan 3-
5 cm.

Roguing
• Biasanya dilakukan sebelum tanaman diperiksa oleh
petugas BPSB.
• Minimal dilakukan 3 kali, yaitu pada fase vegetatif, fase
berbunga, dan pada saat menjelang panen atau ± 80%
malai sudah menguning.
• Roguing I
Dilakukan pada fase vegetatif (30 HST).
• Roguing II
Dilakukan pada fase berbunga (50 HST)
• Roguing III
Dilakukan pada saat menjelang panen (100 HST).

Pemanenan
• Dilakukan setelah pemeriksaan lapangan terakhir dan telah
dinyatakan lulus oleh BPSB.
• Waktu panen ketika umur berbunga telah mencapai
maksimal, yang ditandai oleh :
- sebagian besar (80-90%) malai telah menguning,
- kadar air benih sekitar 17-23%,
- gabah sudah menguning dan keras bila dipijat,
- buku-buku bagian atas berwarna kuning,
- batang mulai mengering.

• Cara panen, dapat dilakukan dengan
menggunakan sabit, ani-ani atau mesin
pemanenan (combine harvester).
• Jika pemanenan menggunakan mesin, kadar air
benih sebaiknya lebih rendah yaitu 15-20%.
• Malai hijau tidak ikut dipanen karena akan
meningkatkan nilai bulir hijau.

Penanganan Pascapanen
1. Perontokan
- Biasanya dilakukan langsung di sawah.
- Perontokan dapat dilakukan dengan cara :
> malai padi dipukul-pukulkan pada papan perontok
yang terbuat dari kayu.
> malai dipukul-pukul dengan penggebuk terbuat
dari kayu sambil dibalik-balik.
> perontokan menggunakan alat perontok
(thresher).

2. Pengeringan
- Pengeringan dilakukan segera setelah calon
benih dirontokkan.
- Jika kondisi tidak memungkinkan maka calon
benih harus dihamparkan dan dianginanginkan.
- Pengeringan secara alami (natural drying)
dengan cara menjemur calon benih di lantai
penjemuran.
- Pengeringan dapat pula dilakukan secara
mekanis (artificial drying) dengan alat
pengering (box dryer).

3. Pengolahan
- Calon benih yang telah kering (kadar air 11-
12%), dibersihkan dari kotoran campuran
varietas lain, biji gulma, dan kotoran non biji.
- Pembersihan dapat dilakukan dengan nyiru
atau mesin pembersih (air screen cleaner).
- Selain pembersihan, calon benih dapat dipilah
(upgrading) berdasarkan panjang atau
ketebalan.

Penyimpanan
• Benih yang sudah kering dan bersih dikemas dalam karung
atau kemasan kantung plastik siap salur kemudian
disimpan di rung penyimpanan.
• Ruang penyimpanan benih diusahakan dilengkapi ventilasi
yang baik.
• Benih dala karung dapat ditumpuk dan antara tumpukan
karung diberi jarak, untuk memudahkan pemeriksaan atau
pengontrolan.
• Bagian bawah tumpukan karung diberi alas berupa
potongan kayu (balok).
• Masa penyimpanan benih hendaknya memperhatikan
masa berlakunya label benih.


PRODUKSI BENIH SUMBER
JAGUNG BERSARI BEBAS (KOMPOSIT)

VARIETAS JAGUNG
• Varietas jagung berdasarkan genotipenya digolongkan
menjadi 2 (dua) :
a. Varietas bersari bebas (VBB)
- Dicirikan adanya penyerbukan acak (random mating) antar
tanaman dalam varietas, sehingga merupakan suatu populasi.
- Varietas bersari bebas dibentuk dari beberapa galur murni atau
berbagai plasma nutfah.
- Keseragaman varietas bersari bebas (komposit) hanya dalam
beberapa karakter karena banyak gen belum mencapai fiksasi.
Contoh: Arjuna, Bisma, Lagaligo, Lamuru, Kresna, Gumarang,
Sukmaraga, Srikandi Putih-1, Srikandi Kuning-1, Anoman, dll.

b. Varietas hibrida
- F1 persilangan antara dua tetua, tetua dapat berupa galur murni,
hibrida silang tunggal dan varietas atau populasi bersari bebas.
- Tetua hibrida biasa disebut materi induk (parent stock).
Contoh : Semar-10, Bima-1, Bima-2 Bantimurung, Bima-3
Bantimurung, Bisi 2, NK11, NK55, NK33, C7, P11, dsb.

Dalam memproduksi benih jagung bersari bebas, ada dua aspek penting
yang perlu mendapat perhatian yaitu :
• Standar lapangan:
- Isolasi jarak 300 m atau
isolasi waktu 30 hari
- Campuran varietas lain (CVL)
maksimum 2% untuk benih
dasar dan benih pokok,
sedangkan untuk benih sebar
3%.
• Standar laboratorium:
- Kadar air maksimum 12%,
- Benih murni minimum 98%,
- Kotoran benih maksimum 2%
- CVL maksimum 0% untuk benih
dasar, 0,1% untuk benih pokok, dan
1,0% untuk benih sebar
- Biji tanaman lain 0,5% untuk benih
dasar dan benih pokok, 1,0% untuk
benih sebar
- Daya berkecambah minimum 80%.


PERSYARATAN DALAM PRODUKSI BENIH SUMBER
• Sebelum melakukan penanaman, terlebih dahulu penangkar benih
mengajukan permohonan ke BPSB setempat dengan mengisi
formulir yang telah disediakan.
• Setelah lokasi ditinjau oleh BPSB dan mendapat persetujuan, baru
dilakukan persiapan untuk penanaman.
• Setelah tanam, diinformasikan ulang ke BPSB untuk penyampaian
bahwa penanaman telah dilakukan (tanggal tanam).
• Selama pertumbuhan tanaman, BPSB akan melakukan inspeksi
lapangan untuk menilai kelayakan dan melakukan pencabutan
tanaman yang menyimpang.


• Penanaman untuk memproduksi benih jagung sebaiknya dilakukan
pada saat menjelang akhir musim hujan sehingga diharapkan saat
panen pada musim kemarau (kualitas benih yang akan dihasilkan
lebih berkualitas dan biaya produksi lebih efisien).
• Penempatan lokasi untuk penanaman suatu varietas harus terisolasi
(untuk mencegah terjadinya pembungaan yang bersamaan dan
persilangan).
• Sekitar lokasi penangkaran benih sebaiknya tersedia sumber air
yang cukup dan mudah diakses.
• Fasilitas untuk penanganan pascapanen harus tersedia dan
memenuhi standar minimal (lantai jemur/pengering, pemipil,
pengukur kadar air, alat pengemasan produk, dan gudang
penyimpanan produk benih).

BUDIDAYA UNTUK PRODUKSI BENIH SUMBER
• Teknik produksi benih jagung umumnya hampir sama dengan teknik
produksi jagung secara komersial, walaupun ada beberapa
tambahan kebutuhan yang unik untuk memproduksi benih.
1. Kualitas benih, harus lebih baik daripada kualitas biji.
2. Kesuburan lahan lebih seragam untuk memudahkan seleksi dan
rouging terhadap tipe galur yang menyimpang (offtype).
3. Fasilitas pendukung mudah tersedia saat dibutuhkan, seperti tenaga
kerja untuk pemotongan bunga jantan (detasseling), perawatan,
panen, dan pascapanen.

Penyiapan Lahan & Pengolahan Tanah
• Penyiapan lahan yang baik merupakan salah satu faktor yang dapat memberikan lingkungan tumbuh tanaman dengan baik dan mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.
• Jika memungkinkan lahan sudah disiapkan minimal dua minggu sebelum tanam.
• Penyiapan lahan :Lahan dibersihkan dari sisasisa tanaman sebelumnya terutama jika pertanaman
sebelumnya adalah jagung. Jika gulma dapat menggangggu pengolahan tanah dapat diberikan
herbisida kontak untuk mempercepat pengolahan tanah.

• Pengolahan tanah
Pengolahan tanah dilakukan dengan menggunakan bajak (2 kali) dan diikuti dengan
garu/sisir sampai tanah tidak berbongkah-bongkah dan rata.

Benih
• Jumlah benih yang diperlukan
berkisar antara 15-20 kg/ha tergantung dari ukuran benih.
• Daya kecambah benih harus lebih dari 95% (3 hari saat
pengujian kecambah).
• Sebelum benih ditanam, untuk
menghindari serangan penyakit bulai diberi seed treatment terlebih dahulu
yaitu dengan 2 g metalaksil (produk) per 1 kg benih.

Penanaman
• Buat lubang tanam dengan menggunakan tugal dan
agar per-tanaman lurus gunakan bantuan tali jarak tanam yang sudah diberi tanda setiap 20 cm.
• Jarak tanam antar barisan 75 cm.
• Jarak tanam dalam barisan 20 cm
• Pembuatan lubang tanam jangan terlalu dalam ± 5
cm, setiap lubang tanam diisi dengan 1 biji dan lubang ditutup dengan tanah
 atau 1 genggam pupuk kandang
(± 1,5 -2,0 t/ha).

• Dalam budidaya produksi
benih jagung tidak dianjurkan melakukan penyulaman untuk benih-benih yang
tidak tumbuh dengan penanaman benih baru, hal ini akan menyebabkan bervariasinya
pertumbuhan tanaman dan tongkol tidak terisi penuh.

PRODUKSI BENIH JAGUNG

Penanaman
• Buat lubang tanam dengan menggunakan tugal dan agar per-tanaman lurus gunakan
bantuan tali jarak
tanam yang sudah diberi tanda setiap 20 cm.
• Jarak tanam antar barisan 75 cm.
• Jarak tanam dalam barisan 20 cm
• Pembuatan lubang tanam jangan terlalu dalam ± 5
cm, setiap lubang tanam diisi dengan 1 biji dan lubang
ditutup dengan tanah atau 1 genggam pupuk kandang
(± 1,5 -2,0 t/ha).

. Pada lahan datar, baris tanaman dibuat searah
dengan arah sinar matahari, tetapi pada lahan
miring disesuaikan dengan kontur lereng.

PEMUPUKAN
• Pemupukan diberikan
sebanyak 3 kali dengan perbandingan takaran dan waktu aplikasi
seperti yang disajikan dalam tabel disamping.
• Sebelum pupuk diaplikasikan,
untuk pemberian 7-10 hst pupuk (sesuai takaran) dicampur secara merata dan
buatkan takaran untuk pemberian setiap tanaman sehingga jumlah pupuk yang diberikan
sama untuk setiap tanaman agar pertumbuhan tanaman merata.
Jenis pupuk (kg/ha)
%-tase takaran (hst)
7-10 25-30 40-45
Urea (300-500) 30 40 30
SP-36 (200) 100 - -
KCl (100) 50 50 -
ZA*) (50) 100
- -
*)Diberikan jika memang diperlukan, terutama
pada lahan yang tanahnya kekurangan unsur
belerang.
Takaran pupuk dapat diubah disesuaikan
dengan kondisi ketersediaan hara dalam tanah,
namun persentase jumlah pupuk yang diberikan
untuk setiap waktu aplikasi disesuaikan
seperti pada tabel di atas.

• Untuk penempatan pupuk,
buat lubang dengan tugal di
samping tanaman dengan
jarak ± 5 - 7 cm dari
tanaman. Masukkan pupuk
sesuai takaran yang telah
ditentukan dan tutup
dengan tanah. Demikian
halnya untuk saat
pemberian 25 - 30 hst dan
40 - 45 hst lakukan hal
yang sama.

PENYIANGAN & PEMBUMBUNAN
• Penyiangan pertama yang diikuti dengan
pembumbunan dilakukan saat tanaman berumur
15-20 hari setelah tanam (hst).
• Penyiangan kedua dilakukan sesuai dengan
kondisi pertumbuhan gulma di lapangan. Pada
umumnya diberikan pada saat tanaman menjelang
berbunga.


PENGENDALIAN HAMA
• Untuk mencegah serangan lalat bibit, ke setiap lubang
tanam dimasukkan insektisida carbofuran dengan
takaran 10 kg/ha atau 3-4 butir/lubang.
• Jika ada gejala serangan penggerek batang dapat
diberikan insektisida Carbofuran melalui pucuk dengan
takaran 10 kg/ha carbofuran (3 - 4 butir carbofuran
ditaburkan ke pucuk tanaman).
• Tanaman yang mengalami serangan berat disemprot
dengan insektisida dengan dosis sesuai anjuran.

• Masa kritis tanaman terhadap ketersediaan air adalah di awal
pertumbuhan dan pada saat tanaman menjelang berbunga
sampai fase pengisian biji.
• Linsley dan Fransini (1986) membagi metode pemberian air bagi tanaman
jagung ke dalam lima metode yaitu:
1. model genangan
2. model alur (furrow)
3. model bawah permukaan (sub surface)
4. model pancaran (sprinkler)
5. model tetes (drip)

SELEKSI TIPE SIMPANG (ROGUING)
• Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin mutu genetik dan
fisiologis benih yang dihasilkan.
• Untuk mengeliminasi tanaman yang menyimpang dari
tipe rata-rata dan yang tertular penyakit berdasarkan
hasil pengamatan secara visual, lakukan pencabutan
(roguing).
• Fase-fase pertumbuhan tanaman yang perlu mendapat
perhatian untuk melakukan roguing dapat dilihat pada
Tabel berikut :

PANEN
• Panen dapat dilakukan setelah masak fisiologis
atau kelobot telah mengering berwarna
kecoklatan (biji telahnmengeras dan telah mulai
membentuk lapisan hitam/black layer minimal
50% di setiap barisan biji).
• Biasanya kadar air biji telah mencapai kurang
dari 30%.
Misal : varietas Bisma biasanya pada umur 100-105 hari dan
varietas Lamuru pada umur 95-100 hari.
• Kalau memungkinkan, seminggu sebelum panen, klobot
dibuka sehingga kering di lapangan.
• Pada saat panen, tongkol yang terinfeksi penyakit dipisahkan supaya
tidak menulari tongkol yang sehat.


PENGOLAHAN (PROCESSING)
• Semua tongkol yang telah lolos seleksi pertanaman di
lapangan dipanen, kemudian dijemur diterik matahari sampai
kering (kadar air < 16%) sambil dilakukan seleksi tongkol
(tongkol yang memenuhi kriteria diproses lebih lanjut untuk
dijadikan benih).
• Selanjutnya jagung dipipil dengan mesin pemipil dengan kecepatan sedang
agar biji tidak retak/pecah.
• Setelah biji terpipil, dilakukan sortasi biji dengan
menggunakan saringan/ayakan Ø 7 mm (untuk varietas
Lamuru) atau ukuran ayakan disesuaikan dengan ukuran biji
dari setiap varietas, biji-biji yang tidak lolos saringan/ ayakan
dijadikan sebagai benih.

• Biji-biji yang terpilih sebagai benih dijemur kembali diterik
matahari atau dikeringkan dengan alat pengering (untuk
mempercepat proses pengeringan) sampai kadar air mencapai
10-12%.
• Sebelum benih dikemas dalam kemasan plastik perlu
dilakukan uji daya berkecambah. Benih dikemas secepatnya
ke dalam kantong plastik putih buram (bukan transparan)
dengan ketebalan 0,2 mm dan dipres (usahakan udara dalam
plastik seminimal mungkin).
• Selama proses pascapanen (prosesing), mulai saat panen
sampai pengemasan benih, dianjurkan tidak lebih dari 10
hari.


Klonal


PERBANYAKAN BENIH BUAH-BUAHAN BERMUTU DENGAN SISTEM KLONAL

   Didalam sistem dan usaha agribisnis hortikultura, benih berperan sebagai  “delivery mechanism” yang menyalurkan keunggulan teknologi kepada pengguna.  Untuk menghasilkan produk yang bermutu tinggi dari varietas unggul, yaitu benih yang mampu mengekpresikan sifat-sifat unggul dari varietas yang diwakilinya.  Mengingat pentingnya arti benih dalam kegiatan agribisnis hortikultura, maka diperlukan upaya peningkatan inovasi untuk memperbesar pasokan (ketersediaan) benih, memperbaiki sistem distribusi dan meningkatkan penggunaan benih bermutu, di kalangan petani melalui kegiatan pembinaan, penyuluhan dan promosi.

Peningkatan kualitas buah-buahan melalui penyediaan varietas unggul berawal dari penyediaan benih secara klonal yaitu sumber bahan perbanyakan berasal dari satu pohon induk yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian sebagai varietas unggul.  

Perbanyakan benih dengan sistem klonal ini mengikuti alur : Benih yang ditanam dalam Blok Fondasi (BF) adalah turunan pertama dari Pohon Induk Tunggal (PIT) sedangkan benih yang akan ditanam dalam Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) merupakan turunan pertama dari pertanaman yang ada di BF.  Sedangkan Blok Perbanyakan Benih (BPB) adalah keturunan dari BPMT.

PERBANYAKAN BENIH SISTEM KLONAL
Mekanisme perbanyakan benih tanaman buah-buahan sistem klonal yang dilaksanakan dengan pola Blok Fondasi, Blok Penggandaan Mata Tempel dan Perbanyakan Benih, adalah sebagai berikut :
1. Pohon Induk Tunggal (PIT)
- Merupakan sumber utama perbanyakan benih buah-buahan;
- PIT adalah tanaman yang telah diketahui keunggulannya dan telah dilepas sebagai benih unggul oleh Menteri Pertanian.
2. Blok Fondasi (BF)
- Merupakan lahan pertanaman benih buah-buahan yang berasal dari Pohon Induk Tunggal (PIT);
- Blok Fondasi dapat terdiri dari lebih satu jenis dan lebih dari satu varietas;
- BF diatur dalam sub blok jenis dan sub-sub blok varietas
- Budidaya tanaman pada BF disesuaikan dengan rekomendasi sehingga pertanaman dalam BF akan dapat menghasilkan mata tempel yang optimal;
- Selain untuk menghasilkan mata tempel tanaman pada BF dapat pula sebagai tanaman produksi;
- Kebenaran varietas yang ditanam dalam BF ditunjukkan atas`dasar label yang dikeluarkan lembaga/instansi yang menangani Pengawasan dan Sertifikasi Benih sesuai dengan kebenaran pohon induknya yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian;
- Mata tempel/sambung yang dihasilkan/dikeluarkan dari BF diberi label berwarna putih, dengan kode sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT)
- Merupakan pertanaman benih buah-buahan yang mata tempel/sambungnya hanya berasal dari pertanaman BF;
- Pertanaman BPMT merupakan keturunan kedua dari PIT;
- BPMT dapat terdiri lebih dari satu jenis yang masing-masing jenis dapat lebih dari satu varietas.  BPMT diatur dalam sub blok jenis dan sub-sub blok varietas;
- Budidaya pada BPMT disesuaikan dengan rekomendasi masing-masing varietas, kecuali jarak tanamnya;
- Jarak tanam bisa dirapatkan, karena pertanaman dalam BPMT hanya berfungsi sebagai penghasil mata tempel/sambung bukan untuk produksi;
- Kebenaran varietas yang ditanam dalam BPMT ditunjukkan atas label yang dikeluarkan oleh lembaga/instansi yang menangani Pengawasan dan Sertifikasi Benih setempat sesuai dengan keberadaan BF, serta diawasi oleh lembaga/instansi tersebut;
- Mata tempel/sambung yang dihasilkan BPMT diberi label         berwarna ungu yang dikeluarkan lembaga/instansi yang menangani Pengawasan dan Sertifikasi Benih setempat sesuai dengan keberadaan BPMT dengan kode sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Blok Perbanyakan Benih (BPB)
- Merupakan perbanyakan benih buah-buahan yang mata tempel/sambungnya hanya berasal dari pertanaman BPMT;
- Tanaman BPB merupakan keturunan kedua dari BF atau keturunan ketiga dari PIT;
- BPB dapat terdiri dari lebih satu jenis dan masing-masing jenis dapat lebih dari satu varietas, dan diatur dalam sub blok jenis dan sub-sub blok varietas.  Perlakuan  budidaya dilakukan secara optimal, bisa di tanah atau polybag;
- Semua benih yang berasal dari BPB diberi label biru yang dikeluarkan lembaga/instansi yang menangani Pengawasan dan Sertifikasi Benih setempat, dengan kode sesuai ketentuan yang berlaku;
- BPB tidak digunakan untuk menghasilkan mata tempel, melainkan  benih siap salur. Dengan perbanyakan benih sistem klonal pada buah-buahan memberikan jaminan  kepada konsumen akan kebenaran varietas dan mutu benih serta menjaga agar    produksi buah-buahan dapat memenuhi standar mutu, baik untuk ekspor maupun kebutuhan dalam negeri.

Meterology Pertanian


       Weather atau Cuaca mempengaruhi aktivitas kehidupan kita sehari-hari, pekerjaan kita dan kesehatan serta kenyamanan kita. Sekalipun ada beberapa aspek dari lingkungan fisik kita yg mempengaruhi kehidupan kita lebih dari cuaca. Cuaca (weather) sangat mempengaruhi pertanian. Disamping dampak langsung pada manusia, cuaca mempunyai pengaruh kuat pd ekonomi dunia melalui pengaruh pd pertanian, transportasi, industri, penggunaan energi, sumber daya air, dsb. Polusi udara dpt mempengaruhi iklim kota dan kesehatan manusia. Atmosfer dengan jelas mempengaruhi kehidupan kita. Juga penting untuk menyadarkan bahwa manusia mempengaruhi juga atmosfer. Polusi udara, hujan asam, ozone depletion, dan pemanasan global adalah seluruh contoh dari dampak manusia pada atmosfer. mau tak mau ini juga ke depannya bisa mempengaruhi cuaca (weather).
       PENGERTIAN METEOROLOGY
       Meteorology adalah ilmu yang mempelajari atmosfer bumi khususnya untuk keperluan prakiraan cuaca. Kata ini berasal dari bahasa Yunani meteoros atau ruang atas (atmosfer), dan logos atau ilmu. Meteorology adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan membahas gejala perubahan cuaca yang berlangsung di atmosfer.
        
       APA IKLIM ITU?
       Climate (Iklim) suatu tempat adalah generalisasi dari kondisi cuaca utk jangka waktu yg panjang. Iklim adalah lebih dari rata2 cuaca Walaupun rata2 adalah angka statistik dasar di banyak uraian tentang iklim, variasi dan ekstrim juga penting. Tetapi mengetahui ekstrim yg mungkin terjadi memberikan tambahan informasi yg berguna. Data iklim membantu perencanaan dan membantu kita mengetahui apa yg diharapkan ketika mengunjungi suatu lokasi tertentu . Tetapi data iklim tdk dapat memprediksi cuaca
       ELEMEN DASAR IKLIM
   Suhu udara, kelembaban, tipe dan jumlah awan, tipe dan jumlah presipitasi, kecepatan dan arah angin, dan tekanan udara.
   Elemen2 adalah kuantitas atau sifat yg dimiliki yg secara teratur diukur dan membentuk variabel dimana cuaca dan iklim dinyataka.

KELEMBABAN UDARA
INDIKATOR KOMPETENSI
MAHASISWA MEMILIKI PENGUASAAN TENTANG PENENTU, FUNGSI, ZONASI, DAN KEDUDUKAN KELEMBABAN UDARA DALAM IKLIM SEBAGAI SISTEM  DAN HUBUNGAN DENGAN  SISTEM PERTANAMAN
       KELEMBABAN UDARA
2. Kelembaban spesifik (q) = mv/(md + mv)
     mv = massa uap air 
     md = massa udara kering
      mv + md = massa udara lembab
 3. Mixing ratio (r) = mv/md

 4. Kelembaban relatif (RH)
            merupakan perbandingan kelembaban aktual atau
            tekanan uap aktual (ea)dengan kapasitas udara untuk menampung uap air atau tekanan uap jenuh (es) 
     RH = ea/es x100%,  es = 6,1078 e (17,239 T)/ (T+237,3)
       DISTRIBUSI KELEMBABAN UDARA (RH)
1. Distribusi berdasar ruang
   Kelembaban relatif di suatu tempat dipengaruhi oleh kondisi suhu udara dan kandungan uap air aktual yang ditentukan oleh ketersediaan air di tempat tersebut
   - daerah pantai à RH tinggi
   - daerah pegunungan (T rendah) à RH tinggi
  • Umumnya RH tinggi di pusat-pusat temperatur rendah
2.  Distribusi berdasar waktu
Makin rendah suhu udara makin besar kapasitas udara menampung uap air
   - siang hari suhu lebih tinggi dibanding malam
      hari sehingga RH siang < RH malam

    - suhu minimum harian tercapai pada pagi hari
      sebelum matahari terbit à RH maksimum à
      terbentuk embun  
        
       PENGUKURAN KELEMBABAN UDARA
1. Alat pengukur kelembaban udara dengan prinsip dasar metode pertambahan panjang dan pertambahan massa : HIGROMETER
2. Alat pengukur yang berdasar metode termodinamika : PSIKROMETER (termometer bola basah – bola kering)
       PERAN KELEMBABAN UDARA
BAGI TUMBUHAN
          Kelembaban udara tinggi :
Ø   menguntungkan:  kelembaban tinggi disertai intensitas cahaya tinggi (laju fotosintesis meningkat)
Ø   merugikan:   kelembaban tinggi disertai suhu udara tinggi (suasana ideal untuk perkembangan OPT );
   Mikro organisme, serangga (hama & penyakit tanaman)
          Kelembaban udara rendah bisa menyebabkan cekaman (stress) air pada tanaman (terutama bila terjadi pada siang hari dan suhu udara tinggi). 


       TEKANAN UDARA SEBAGAI UNSUR DAN PENGENDALI IKLIM
          Tekanan udara mempengaruhi perubahan kecepatan angin
          Angin berperan langsung terhadap evapotranspirasi, suhu udara dan presipitasi (hujan)
          Tekanan udara sebagai pengendali iklim :
Ø  Di daerah subtropis berperan sangat besar
Ø  Di daerah tropis berperan kecil/tidak nyata

       PENYEBAB PERUBAHAN DAN PERBEDAAN TEKANAN UDARA
FAKTOR TERMAL
          Kerapatan (r) dan massa (m) udara bervariasi dengan suhu 
   Udara yang mendapat pemanasan (suhu bertambah) à volume bertambah, kerapatan berkurang, massa berkurang sehingga tekanan udara berkurang
FAKTOR DINAMIK
Gaya Corriolis, gaya gesek
   
       DISTRIBUSI TEKANAN UDARA
Vertikal
          Atmosfer lapisan bawah memiliki kerapatan lebih besar à makin keatas (menjauhi bumi) tekanan udara makin rendah
          Hubungan kerapatan, suhu dan tekanan udara:
dan
P: tekanan udara, V: volume udara, n: jumlah mol, m: massa udara kering, M: berat molekul udara kering, T: suhu mutlak lapisan udara, R: tetapan gas umum (8,3143 J/K/mol)
          Gas yang dominan di udara adalah N2 (80%) dan O2 (20%) sehingga :
M = (0,8x2x14) + (0,2x2x16) = 28,8
          Dengan memperhitungkan gas-gas yang lain M= 28,97
          P = r Ru T 
          Ru : tetapan gas untuk udara kering, besarnya = R/M = 8,3143/28,97
              = 287 J/K/kg 
Penyebaran Horisontal
          Penyebaran horisontal berhubungan dengan gaya-gaya yang mengendalikan angin di atmosfer
          Isobar: garis yang menghubungkan  tempat- tempat bertekanan udara sama
          Gradien tekanan: perbedaan tekanan secara horisontal, diukur dari tinggi ke rendah, tegak lurus isobar terdekat
          Pada peta tekanan udara, pola yang tergambar muncul dalam bentuk panjang dan bergelombang.  Daerah memanjang pada tekanan rendah disebut palung (trough), yang memanjang pada tekanan tinggi disebut punggung (ridge)
        
       PENGUKURAN TEKANAN UDARA
          Suatu kolom udara dengan luas penampang 6,45 cm2 (1 inci persegi) pada permukaan laut sampai puncak atmosfer, mempunyai berat sekitar 6,66 kg, setara dengan berat kolom Hg setinggi 760 mm
          Tekanan 760 mm Hg disebut tekanan normal
          Standar tekanan atmosfer dapat dinyatakan dalam 760 mm Hg atau 1013,3 mb.  Jadi 1 mm Hg = 4/3 mb
          Alat pengukur tekanan udara : Barometer

ANGIN
          Angin merupakan udara yang bergerak, mempunyai arah dan kecepatan, timbul karena ada perbedaan kerapatan udara yang menyebabkan perbedaan tekanan udara
          Arah gerak udara adalah dari tempat bertekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah
          Kecepatan angin ditentukan oleh laju perubahan tekanan
       GAYA PENGGERAK ANGIN
  1. Gaya gradien tekanan: gaya yang terjadi karena perbedaan tekanan akibat perbedaan suhu.  Makin besar perbedaan tekanan makin besar kecepatan angin.
Fp = -1/r. dp/dz
 Fp : gaya gradien tekanan , r: kerapatan udara (1,2 kg/m3), dp/dz: perbedaan tekanan pada jarak tertentu
  1. Gaya Corriolis, timbul karena rotasi bumi
  2. Gaya Sentrifugal
  3. Gaya gesekan
       SISTEM ANGIN DUNIA
          Skala  makro: pola angin umum dunia
          Skala meso: pola angin yang terjadi hanya beberapa hari  dan meliputi daerah yang kecil, spt angin darat – laut, angin lembah – gunung.
          Skala mikro: angin yang bertahan beberapa menit saja, seperti olak, hembusan dan putaran debu.

POLA ANGIN UMUM
          Teori Hadley  (sirkulasi satu sel): udara hangat dari daerah equator yang bertekanan rendah naik dan mengalir ke arah kutub dan udara kutub yang berat turun dan mengalir di permukaan menuju ke equator. Dengan asumsi:
    1. Tidak ada gaya Coriolis,
    2. Permukaan bumi rata dan komposisi
        seragam
    3. Letak bumi tidak miring pada sumbu
        (tidak ada perubahan musim)

 POLA ANGIN LOKAL
Angin lokal terjadi akibat kondisi lokal karena perbedaan pemanasan  (suhu udara) dan topografi. Contoh: angin Bohorok, gending, dsb
          Angin Muson (Monsoon)
          Angin darat dan angin laut
          Angin lembah dan angin gunung
           
           
          PERAN ANGIN BAGI TUMBUHAN
          Dalam klimatologi angin berfungsi pokok memindahkan panas, uap air dan CO2 serta mengendalikan unsur cuaca: kelembaban udara, suhu, dan evapotranspirasi
          Sehingga pada tanaman: 
  1. Transpirasi meningkat dengan    peningkatan kecepatan angin
  2. Absorpsi CO2
  3. Kerusakan mekanik akibat angin kencang                                                                        
          Klasifikasi tanaman berdasar tanggapan terhadap kondisi angin:
    Exposure evader, toleran dan sensitif
          Windbreaker atau shelterbelt :
    -  mengurangi kecepatan angin sehingga
       bisa mengurangi erosi tanah dan
       kerusakan mekanik pada tanaman
    -  mencegah fluktuasi suhu siang dan
       malam yang terlalu besar
    -  mengurangi evapotranspirasi
    -  menekan bahaya frost

¨  II.FAKTOR IKLIM
II.1.Letak lintang suatu tempat
II.2. Topografi Wilayah
II.3.Perjalanan Matahari
¨  II.1. LETAK LINTANG SUATU TEMPAT
¨  Berpengaruh pada :
  1. Temperatur
  2. Tekanan udara
¨   sepanjang katulistiwa tdp lingkaran tekanan ud rendah
¨  Pada lintang2 kutub dingin tdp daerah yg terus menerus bertekanan tinggi
¨  Di tengah2 antara 60° – 70° tdp lingkaran tek rendah sub polar
¨  Antara 25o – 35o tdp lingkrn tek tinggi subtropika
¨  KEJERNIHAN ATMOSFER
¨ 
II.2. Topografi Wilayah
Berpengaruh pada :
  1. Suhu/temperatur
  2. Angin (arah dan kecepatannya)
  3. Penerimaan cahaya
  4. Kondisi air/lengas tanah
  5. Penerimaan hujan
¨ 
II.3.Perjalanan Matahari
Berpengaruh pada:
  1. Intensitas sinar matahari yang diterima bumi di suatu wilayah
  2. Musim hujan, salju,panas, dingin, semi
  3. Tekanan udara
  4. Siklus hidup tanaman
¨  ATMOSFER BUMI
¨  A. Sifat Atmosfer
                           merupakan selimut gas tebal yg secara 
                  menyeluruh menyelimuti bumi
UDARA : a. Mrp suatu benda yg tdk berwarna tdk berbau,tdk dpt dirasakan dan diraba
                 kecuali  jika bergerak sebagai angin
                    b. Mudah bergerak, dpt ditekan, dpt berkembang dan menghasilkan gelombang2
                 bertekanan
                     c. Mempunyai berat. Berat seluruh atmosfer ± 56-104 ton. Sekitar ½ berat ini
                 berada  di 6000m dan >99 % nya berada pa ketinggian sampai 30 km
                     d. Udara memberi tahan bila suatu benda melewatinya
                       
TANPA ATMOSFER TIDAK ADA KEHIDUPAN DAN TDK AKAN TERJADI AWAN,
               ANGIN, CUACA
¨  Asal atmosfer?
¨  Beberapa teori :
  1. Berdsr kajian atas atmosfer lain dlm tatasurya
  2. Benda2 di daerah atm bag luar, H dan He, unsur ini sangat jarang dijumpai dlm udara dekat permukan bumi
  3. Sejarah permulaan pembentukan planet dari gas-gas kosmis....
  4. Interaksi antara tanah, udara ,tanaman, binatang, scr tetap menggunakan dan memperbarui atmosfer
¨  B.Susunan Atmosfer
¨  a. Atmosfer total
                Udara merupakan campuran gas secara   mekanika bukan kimia
                 mudah ditekan sehingga lap. Bwh lbh  padat drpd atas   N, O,CO2 dan uap air menempati 99,97 % volume atm pd ketinggian smp 90 km
¨  Susunan gas dalam atmosfer
¨  b. Variasi atas dasar ketinggian
¨  Gas-gas ringan (H dan He) ada berlebihan di atm bag atas (namun krn percampuran turbulensi dlm skala besar dlm atm.keduanya sulit dipisahkan scr tegas
¨  Variasi berdsr ketinggian ini berhub erat dg lokasi sumber dua mcm gas yg tdk dpt permanent di atm yaitu uap air dan ozon
Oleh krn dua mcm benda ini bnyk menyerap panas matahari maupun bumi, mk penganggaran panas dan struktur suhu ke arah atas atm. Dipengaruhi oleh sebaran dua gas ini.



       SUHU (TEMPERATUR)UDARA
  • Suhu udara adalah derajat panas dari aktivitas molekul dalam atmosfer
  • Alat untuk mengukur suhu disebut Thermometer
  • Biasanya pengukuran suhu udara dinyatakan dalam skala Celsius (C ) , Reamur dan Fahrenheit
       Suhu udara timbul karena adanya radiasi panas matahari yang diterima bumi
       Tingkat penerimaan panas oleh bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor
       Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan panas oleh bumi
1. Sudut datang sinar matahari, yaitu sudut yang dibentuk oleh permukaan bumi dengan arah datangnya sinar matahari. Makin kecil sudut datang sinar matahai, semakin sedikit panas yang diterima oleh bumi dibandingkan sudut yg datangnya tegak lurus
       AGIHAN/SEBARAN TEMPERATUR MENDATAR
       Pada suatu peta, agihan temperatur mendatar biasanya ditunjukkan dengan isoterm , yaitu suatu garis yang menghubungkan tempat2 yang temperaturnya sama pada saat yang sama.
       Untuk peta cuaca kawasan sempit : penggambaran isoterm berdasar pengukuran temperatur aktual
       Untuk peta cuaca kawasan benua/dunia,temperatur hsl pengukuran seringkali disesuaikan dengan temperatur permukaan laut yaitu dg menambahkan -180°C untuk setiap penambahan tinggi 300m.
       ?
       Faktor apa saja yang menentukan pola umum agihan temperatur dunia???
  1. Pengaruh lintang bumi
            (penurunan temperatur dari katulistiwa ke arah kutub mrpk kenyataan iklim yg sangat mendasar)
            Letak lintang berpengaruh terhadap penerimaan radiasi.
2.      Adanya lautan dan perairan (water body) di permukaan bumi             menyebabkan agihan tidak teratur.  Kawasan darat mengalami pemanasan dan pendinginan lebih cepat daripada perairan...akhirnya kisaran temperatur tahunan di darat lebih besar daripada perairan. ????
  1. Adanya gunung-gunung
            Barier gunung menghalangi gerakan masa udara dingin. Contoh, Pegunungan Himalaya di Asia dan Alpen di Eropa menghalangi daerah itu keselatan dari pengaruh udara dari kutub
  1. Topografi juga mempengaruhi temperatur. Di belahan bumi utara lereng yg berkiblat ke utara umumnya menerima insolasi lebih sedikit daripada yg berkiblat selatandan temperatur secara normal lebih rendah.
5.         Adanya drainasi udara lokal dingin menuju ke lembah pada malam hari juga cenderung mempengaruhi temperatur.
       MENGAPA ADA PERBEDAAN
TEMPERATUR DARAT DAN PERAIRAN???
                       ADA 3 ALASAN
  1. Air mudah bergerak, baik ke samping maupun tegak dan akan menyebarkan energi panas yg diserap pada permukaan ke seluruh masanya.
            Daratan, penyerapan insolasi hanya pd permukaan dan dipindahkan ke bawah secara pelan-pelan denagn cara konduksi
2.         Air itu tembus cahaya, dpt dimasuki energi radiasi jauh lebih dalam drpd daratan. Jadi suatu jumlah insolasi kalau mengenai perairan harus  disebar ke masa yg lebih besar drpddarat walaupun luas permukannya sama
3.         Panas jenis air lebih besar daripada tanah.               Maka suatu masa air tertentu akan memerlukan energi lbh bsr drpd tanah, dengan masa yg sama untuk menaikkan suhu 1 °C. Akibatnya dg insolasi sama akan menghasilkan suhu permukaan tanah lebih tinggi dari pada perairan
       ATMOSPHERE
(Atmosfir)
Atmosphere adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di bumi, atmosphere terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi. Atmosphere tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosphere mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan yang sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosphere berikut fenomena-fenomena yang terjadi di dalam atmosphere.
       Atmosphere Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosphere melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosphere ada dalam 11 km dari permukaan planet.

Atmosphere tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosphere dan angkasa luar.

RADIASI MATAHARI DAN ANGGARAN PANAS
Energi matahari melakukan jalannya ke Bumi dengan mekanisme pemindahan energi yang dinamakan radiasi. Energi yang dipindahkan dengan radiasi berjalan keluar dari sumbernya dalam segala arah. Matahari memancarkan cahaya dan panas maupun cahaya UV yang menyebabkan warna kuning coklat karena terbakar panas sinar matahari. Cahaya, panas dan cahaya UV adalah hanya bagian dari deretan besar energi yang dinamakan radiasi elektromagnetik, atau radiasi. 
‘nasib sinar-sinar dg macam macam panjang gelombang dlm perjalanan mencapai bumi
Infra merah : pj gelombang lbh pj dari sinar yg tampak
Ultra violet : pj gelombang lebih pendek dari sinar yg tampak, menghasilkan efek
fotokimia
Gbr. Ilustrasi radiasi bumi

Hubungan Bumi dan Matahari
Untuk memahami bagaimana dinamika Bumi sebagai mesin cuaca bekerja, menjadi penting untuk memahami mengapa lintang yang berbeda menerima kuantitas yang berbeda dari energi matahari…dan, mengapa kita mempunyai musim?
Satu dari gerakan utama Bumi adalah rotasi, yaitu gerakan berputar dari Bumi pada sumbunya. Rotasi menghasilkan siklus harian dari siang dan malam. Satu rotasi memakan waktu 24 jam. Gerakan ke dua dari planet kita adalah revolusi, yaitu gerakan Bumi dalam orbitnya mengelilingi Matahari.

..apa yg berpengaruh pada suhu musiman?
Variasi yang kecil dalam energi matahari yang diterima oleh Bumi karena orbit yang berbentuk ellips, mempunyai sedikit pengaruh pada suhu musiman.
Jika variasi jarak Bumi-Matahari bukan penyebab utama dari perubahan suhu musiman, apa yang bertanggung jawab?
MATAHARI
Sumber utama panas bumi dan atmosfer
Energi radiasi matahari yang datang dan sampai ke permukaan bumi disebut sebagai INSOLATION (Incoming Solar Radiation)
Terdiri atas sinar-sinar energi radiasi yg tersusundari bermacam panjang gelombang
ANGGARAN ENERGI PANAS

BEBERAPA ISTILAH
RADIASI: pancaran sinar
ALBEDO:Albedo merupakan sebuah besaran yang menggambarkan perbandingan antara sinar Matahari yang tiba di permukaan bumi dan yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan terjadi perubahan panjang gelombang (outgoing longwave radiation). Perbedaan panjang gelombang antara yang datang dan yang dipantulkan dapat dikaitkan dengan seberapa besar energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi.
Permukaan yang berbentuk padat memberikan nilai albedo yang lebih besar dibandingkan dengan permukaan yang bersifat lembut. Albedo umumnya dikaitkan dengan perubahan iklim lokal, dan perlu dipahami dalam menganalisis perubahan tata guna lahan (land use).
KONDUKSI
INSOLASI
Apa saja gas-gas rumah kaca?
====\
HUJAN
Proses terjadinya hujan
Jenis-jenis awan
Bentuk-bentuk awan
Awan cumulus
Awan stratus
Awan cirrus
Awan sirostratus
Awan sirocumulus
Awan alto cumulus
Awan cumulonimbus
Awan nimbostratus

HUJAN
Apakah hujan itu?
Presipitasi sendiri dapat berwujud padat (misalnya salju dan hujan es) atau aerosol (seperti embun dan kabut). Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi karena sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering. Hujan jenis ini disebut sebagai virga.
Jumlah air hujan diukur menggunakan pengukur hujan atau ombrometer
BAGAIMANAKAH BENTUK HUJAN?
Banyak orang mengatakan : “lonjong” (bulat dibawah,menciut di atas)
              tidak seluruhnya benar
                            air hujan bentuknya kecil hampir bulat
Air hujan yg besar menjadi semakin leper seperti roti hamburger
Air hujan yg lebih besar lagi berbentuk seperti payung terjun, dan kecepatan jatuhnya makinbesar
Berapa ph air hujan?
Biasanya sekitar 6
Air hujan dengan pH dibawah 6 dianggap sebagai hujan asam (Hujan asam didefinisikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah
Jenis-jenis hujan berdasarkan ukuran butirnya
Hujan gerimis / drizzle, diameter butirannya kurang dari 0,5 mm
Hujan salju, terdiri dari kristal-kristal es yang suhunya berada dibawah 0° Celsius
Hujan batu es, curahan batu es yang trun dalam cuaca panas dari awan yang suhunya dibawah 0° Celsius
Hujan deras / rain, curahan air yang turun dari awan dengan suhu diatas 0° Celsius dengan diameter ±7 mm.
Jenis-jenis hujan berdasarkan besarnya curah hujan (definisi BMKG)
hujan sedang, 20 - 50 mm per hari
hujan lebat, 50-100 mm per hari
hujan sangat lebat, di atas 100 mm per hari

Hujan buatan.......apa itu?
suatu teknik untuk menambah curah hujan dengan memberikan perlakuan pada awan
Perlakuan ini dinamakan hujan buatan (rain-making), atau sering pula dinamakan penyemaian awan (cloud-seeding)
Hujan buatan adalah usaha manusia untuk meningkatkan curah hujan yang turun secara alami dengan mengubah proses fisika yang terjadi di dalam awan...(jadi bukan menciptakan dari yang tidak ada)
Proses fisika yg diubah meliputi: proses tumbukan dan penggabungan (collision dan coalescense), dan proses pembentukan es (ice nucleation).
Apa arti “curah hujan”?
Satuan curah hujan = milimeter (mm)
...apa artinya
Curah hujan sebesar 1 mm artinya adalah “tinggi” air hujan yang terukur setinggi 1 mm pada daerah seluas 1 m2 (meter persegi). Artinya “banyaknya” air hujan yang turun dengan ukuran 1 mm adalah 1 mm x 1 m2 = 0,001 m3 atau 1 liter.
Jadi...apa arti “curah hujan di suatu wilayah sebesar 8000 mm
Misal wilayah itu memiliki luas 100 km2, maka artinya:
jumlah air yang “turun” di daerah itu adalah 8000 mm x 100 km2 = 8 x 1011 liter

RAIN GAUGE
Jika air sebanyak itu jatuh ke bumi dan tidak langsung mengalir atau meresap ke dalam tanah, maka anda dapat memperkirakan berapa luas daerah yang tergenang air itu
Contoh:luas wilayah yang tergenang air setinggi rata-rata 1 meter di area hujan tadi adalah 8 x 1011 liter / 1 m = 8 x 108 m2 = 800 km2
Curah hujan dihitung harian, mingguan, hingga tahunan, sesuai kebutuhan. Pembangunan Saluran Drainase, selokan, irigasi, serta pengendalian banjir selalu menggunakan data curah hujan ini, untuk mengetahui berapa jumlah hujan yang pernah terjadi di suatu tempat, sebagai perkiraan pembuatan besarnya saluran atau sarana pendukung lainnya saat hujan sebesar itu akan datang lagi dimasa mendatang.
Sebagai contoh
rata-rata curah hujan di Indonesia adalah 2000-3000 mm/tahun (artinya kalau air hujan "dikumpulkan" selama satu tahun akan setinggi 2-3 meter!). CUrah hujan tertinggi ada di daerah Jawa Tengah Baturaden sebesar 7069 mm/thn, dan curah hujan terrendah ada di daerah Palu, Sulawesi tengah sebesar 547mm/tahun. Data tersebut didapat dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), yaitu badan resmi pemerintah yang menangani masalah cuaca dan kebumian.
Nah.....berapa curah hujan di daerah saudara?
APAKAH TERMASUK DAERAH BASAH
ATAUKAH TERMASUK DAERAH KERING



TINGKAT KETERSEDIAAN AIR TANAH
              Ini berhubungan erat dengan masalah hujan
Tingkat Ketersediaan air tanah dihitung berdasarkan neraca air lahan tanaman, yang merupakan pengurangan curah hujan dan evapotranspirasi untuk menentukan kandungan air tanah, hingga diperoleh ketersediaan air tanah.
Tingkat ketersediaan air tanah di suatu tempat ditentukan berdasarkan tanah sedalam jelajah akar tanaman, yaitu antara 0% (pada titik layu permanen) dan 100% (pada kapasitas lapang), dengan asumsi bahwa di tempat tersebut merupakan lahan tadah hujan (tidak ada irigasi).

Tingkat ketersediaan air tanah dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
Cukup : Kadar air sedalam jelajah akar tanaman >60%
Sedang : Kadar air sedalam jelajah akar tanaman 40% - 60%
Kurang : Kadar air sedalam jelajah akar tanaman <40 o:p="">
....banjir...(tiadanya resapan)

  HIDROMETEOROLOGI
Menerangkan segala macam bentuk air dlm atmosfer
  A. KELEMBABAN UDARA
  PENGUAPAN
  AWAN
  PRESIPITASI
  ADALAH AIR DALAM BENTUK CAIR ATAU PADAT YANG JATUH SAMPAI KE PERMUKAAN BUMI
  PRESIPITASI
  Terjadinya presipitasi selalu didahului oleh proses kondensasi dan atau pembekuan uap air
  MEKANISME TERJADINYA PRESIPITASI
  Adalah suspensi koloida udara atau aerosol

AWAN
.....apakah awan itu?
  Selama butir-butir belum bersatu akan tetap melayang-layang di udara...ini akan menyebabkan awan itu kekal dan tidak akan terjadi presipitasi
  Jika butir-butir cenderung menyatu shg mjd lbh besar dan berat maka awan menjadi tdk kekal dan akan terjadi presipitasi
  Adalah presipitasi yang berbentuk cair
  KLASIFIKASI PRESIPITASI
 A. BERDASARKAN BENTUK
                        1. hujan
2. Salju (snow)
Adalah sublimasi uap air pada temperatur dibawah titik beku
(FENOMENA ALAM YG MENAKJUBKAN: CINTAKU SEHANGAT SALJU….)
  turunnya salju memberikan kehangatan. Ini bisa dipahami dari konsep temperatur efektif. Temperatur efektif adalah temperatur yang dirasakan oleh kulit kita, dipengaruhi oleh tiga besaran fisis: temperatur terukur (oleh termometer), kecepatan pergerakan udara, dan kelembapan udara. Temperatur efektif biasanya dipakai untuk menentukan zona nyaman. Di pantai, temperatur terukur bisa tinggi, namun karena angin kencang kita masih merasa nyaman. Pada saat salju turun lebat, kelembapan udara naik dan ini memengaruhi temperatur efektif sehingga pada satu kondisi kita merasa hangat.
  Jadi, Anda bisa mengirim ungkapan romantis kepada teman Anda, cintaku sehangat salju. Kalau dia tidak paham, kesempatan untuk Anda menjelaskan fenomena ini. Fisika pun bisa menjadi senjata yang andal bagi mereka yang sedang pedekate.***
  PROSES PEMBENTUKAN SALJU
  Berawal dari uap air yang berkumpul di atmosfer Bumi, kumpulan uap air mendingin sampai pada titik kondensasi (yaitu temperatur di mana gas berubah bentuk menjadi cair atau padat), kemudian menggumpal membentuk awan. Pada saat awal pembentukan awan, massanya jauh lebih kecil daripada massa udara sehingga awan tersebut mengapung di udara persis seperti kayu balok yang mengapung di atas permukaan air. Namun, setelah kumpulan uap terus bertambah dan bergabung ke dalam awan tersebut, massanya juga bertambah, sehingga pada suatu ketika udara tidak sanggup lagi menahannya. Awan tersebut pecah dan partikel air pun jatuh ke Bumi.
  Partikel air yang jatuh itu adalah air murni (belum terkotori oleh partikel lain). Air murni tidak langsung membeku pada temperatur 0 derajat Celcius, karena pada suhu tersebut terjadi perubahan fase dari cair ke padat. Untuk membuat air murni beku dibutuhkan temperatur lebih rendah daripada 0 derajat Celcius.
  Saat partikel-partikel air murni tersebut bersentuhan dengan udara, maka air murni tersebut terkotori oleh partikel-partikel lain. Ada partikel-partikel tertentu yang berfungsi mempercepat fase pembekuan, sehingga air murni dengan cepat menjadi kristal-kristal es.
  KRISTAL SALJU
  3. HUJAN ES
  Hal ini terjadi krn salju yg tertiup angin kencang scr tiba2, naik, menemukan suhu yg sngt dingin, berat, jatuh dlm bnt kristal es